GridOto.com – Banjir yang merendam sejumlah titik di Jakarta pada Senin (4/5/2026) bikin banyak pengendara mau tidak mau harus menghadapi genangan air di jalan.
Dalam kondisi seperti ini, sebagian orang nekat menerobos banjir, meski sebenarnya langkah tersebut sangat tidak disarankan.
Namun jika situasinya benar-benar terpaksa, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan agar risiko kerusakan kendaraan bisa diminimalkan.
Andry Berlianto, Praktisi Defensive Driving and Riding Indonesia, menyarankan pengendara untuk tidak asal menerobos tanpa perhitungan.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa ketinggian air.
"Jika terpaksa, maka pastikan kedalaman air tidak melebihi tinggi knalpot untuk menghindari kerusakan mesin, akibat air masuk ke dalam mesin. Terburuknya, akan ada kasus water hammer (air masuk ke pembakaran yang berakibat mesin mogok/mati)," kata Andry saat dihubungi GridOto.com beberapa waktu lalu.
Selain itu, teknik berkendara juga perlu diperhatikan saat melintasi genangan.
Andry menyebut, kendaraan sebaiknya dijaga tetap stabil dengan putaran mesin yang konsisten.
"Jika tetap ingin menerobos, tahan putaran gas dalam rpm tinggi, bisa pakai gigi satu, dan tahan sepanjang melintasi banjir," ujarnya.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengikuti kendaraan yang lebih besar di depan.
Tujuannya agar kendaraan tersebut membelah air, sehingga genangan yang dilalui menjadi lebih rendah.
Baca Juga: Ini Sebabnya CVT Motor Matic Wajib Langsung Dibongkar Setelah Terobos Banjir
Meski begitu, tetap jaga jarak aman dan perhatikan kondisi kendaraan di depan.
"Tapi ingat, jaga jarak dan jaga pandangan ke depan sebagai antisipasi jika kendaraan di depan mengalami masalah," jelasnya.
Walau ada tekniknya, menerobos banjir tetap bukan pilihan ideal.
Jika masih memungkinkan, mencari jalur alternatif yang lebih aman tetap menjadi langkah terbaik untuk menghindari risiko kerusakan kendaraan.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR