Mobil listrik penumpang yang lebih kecil tetap dikenakan tarif 3 persen hingga tahun 2030, sementara kendaraan yang lebih besar mendapatkan tarif yang lebih rendah lagi.
Setelah itu, semua kategori kendaraan akan mengalami kenaikan pajak mulai tahun 2031, sehingga memberikan kepastian aturan bagi para investor untuk jangka panjang.
Baca Juga: Warga Vietnam Berlomba Rekam Pelanggaran Lalu Lintas, Hadiahnya Bikin Ngiler
Kebijakan pajak Vietnam sudah membuahkan hasil nyata dalam pengurangan emisi.
Data pemerintah menunjukkan pemangkasan emisi CO2 terus meningkat setiap tahun sejak kebijakan ini dimulai, mencapai 148.492 ton pada tahun 2025 saja.
Setiap kendaraan listrik diperkirakan dapat mengurangi emisi sekitar 0,85 ton per tahun dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Dengan lebih dari 300.000 kendaraan listrik yang terjual antara tahun 2022 hingga 2025, total pengurangan emisi kini diperkirakan mencapai sekitar 256.000 ton per tahun.
Kementerian Keuangan menyatakan hasil tersebut membuktikan pentingnya kebijakan pajak dalam mencapai target iklim nasional.
Kementerian menegaskan memperpanjang insentif ini sejalan dengan komitmen lingkungan yang lebih luas, serta membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus memperbaiki kualitas udara di perkotaan.
Bagi para pelaku industri, usulan perpanjangan ini memberikan kepastian aturan yang sangat penting.
Para produsen dan investor sedang memantau keputusan ini saat mereka memperluas operasional di pasar kendaraan listrik Asia Tenggara yang sedang berkembang.
"Jika disetujui, ini akan menjadi sumber daya yang sangat penting untuk mendorong perusahaan berinvestasi di pasar kendaraan listrik. Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik yang kuat akan mengurangi jumlah kendaraan berbahan bakar fosil, sehingga memangkas emisi polutan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih hijau," ungkap Dao Cong Quyet, kepala Subkomite Komunikasi dari Asosiasi Produsen Otomotif Vietnam.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR