Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Vietnam Jadi Rebutan Raksasa Otomotif, BYD Tancap Gas Bangun Pabrik

Ferdian - Jumat, 30 Januari 2026 | 19:15 WIB
Ilustrasi. Pabrik BYD
BYD
Ilustrasi. Pabrik BYD

GridOto.com - Raksasa baterai dan kendaraan listrik asal China, BYD menandatangani kesepakatan dengan Kim Long Motors dari Vietnam untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di wilayah Vietnam tengah.

Nilai investasi proyek ini mencapai 130 juta dolar AS dan menjadi langkah penting dalam ekspansi global BYD, khususnya di Asia Tenggara.

Mengutip China Economic Observer, pemerintah Vietnam mengumumkan kerja sama ini pada 27 Januari.

Pada tahap awal, pabrik akan memproduksi baterai untuk kendaraan niaga, seperti bus dan truk.

Kim Long Motors adalah produsen otomotif lokal Vietnam yang fokus pada pengembangan, perakitan, dan penjualan truk, bus, serta kendaraan khusus.

Pihak internal BYD membenarkan kerja sama ini, meski rincian soal pembagian saham dan skema kemitraan belum diungkap.

Keputusan BYD membangun pabrik di Vietnam tak lepas dari pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik di negara tersebut.

Penjualan EV di Vietnam melonjak dari 4.040 unit pada 2022 menjadi 79.800 unit pada 2024.

 

Baca Juga: BYD Makin Agresif, Targetkan Penjualan Sebanyak Ini di Luar Pasar China

 

Bahkan, dalam 11 bulan pertama 2025, penjualan kendaraan listrik dan hybrid mencapai sekitar 160 ribu unit, atau 38,5 persen pangsa pasar.

Pemerintah Vietnam juga aktif mendorong kendaraan ramah lingkungan sebagai bagian dari target netral karbon 2050.

Dukungan ini mencakup pembebasan biaya registrasi kendaraan listrik hingga 2027, insentif pajak, serta bantuan pengembangan infrastruktur pengisian daya.

Bagi BYD, pabrik baterai ini memperkuat strategi ekspansi di Asia Tenggara.

Sejak 2024, BYD telah membuka toko pertamanya di Vietnam dan menargetkan memiliki sekitar 100 outlet pada 2026.

Selain itu, anak usaha BYD juga sudah memiliki pabrik elektronik di Provinsi Phu Tho dan berencana menanamkan investasi lebih dari 250 juta dolar AS untuk pabrik suku cadang otomotif.

Dengan hadirnya pabrik baterai ini, BYD mulai membangun rantai industri lengkap di Vietnam mulai dari penjualan, produksi komponen, hingga pasokan baterai inti.

Meski VinFast masih mendominasi pasar mobil listrik Vietnam, khususnya EV murni dengan pangsa hampir 99 persen, rantai pasok baterai di negara tersebut masih sangat bergantung pada perusahaan asing, terutama dari China.

Baca Juga: Dual Mode Memberi Banyak Keuntungan, BYD Akan Bawa Denza B5 ke Indonesia

 

Sebelumnya, Gotion High-Tech bekerja sama dengan VinES membangun pabrik baterai LFP pertama di Vietnam, sementara Sunwoda juga telah membuka fasilitas produksi modul baterai.

Melansir CarNewsChina, keuntungan lain bagi BYD adalah tarif ekspor yang lebih rendah.

Berkat berbagai perjanjian perdagangan bebas, produk otomotif buatan Vietnam bisa masuk ke negara ASEAN dan Uni Eropa dengan tarif nol persen, selama memenuhi aturan asal barang.

Artinya, baterai yang diproduksi BYD di Vietnam bisa dikirim ke negara seperti Thailand, Indonesia, atau Filipina tanpa bea masuk, bahkan diekspor ke Eropa dengan biaya lebih rendah dibandingkan ekspor langsung dari China.

Tak heran, Vietnam kini dilirik banyak produsen otomotif global.

Chery dan Geely telah membentuk joint venture EV, sementara SAIC-GM-Wuling dan Great Wall Motors juga mulai merakit kendaraan di Vietnam.

 

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa