Gridoto.com - BYD menegaskan tak akan masuk ke dalam permainan harga. Hal ini diungkap Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia menyusul fenomana banting harga mobil Cina di Indonesia.
"Kami tidak bermain permainan harga seperti itu. Mial hari ini 100, besok jelek, dijual 50. Lusa bagus lalu dijual 200. BYD tidak pernah masuk ke dalam permainan harga seperti itu," ujarnya di Zhengzhou, Henan, Tiongkok (16/1).
"Strategi kami dalam menetapkan harga yaitu menyediakan value, value dari teknologi," lanjutnya.
BYD sendiri berniat bisnis jangka panjang di Indonesia.Itu sebabnya mereka menuangkan investasi besar di Indonesia dengan membuat pabrik yang kualitasnya setara dengan pabrik mereka di negara asal.
Eagle lantas mengungkap keseriusan BYD ini.
"Kami yakin tidak akan banyak investor datang ke indonesia untuk investasi (membuka pabrik sendiri) kendaraan listrik," ujarnya.
Industri mobil listrik atau EV menurutnya masih berada di tahap awal sehingga perlu ada peran pemerintah untuk membantu kelangsungannya.
"Industri EV masih di tahap awal. Kami harap ada peran kebijakan pemerintah untuk kelanjutan tren positif ini, bahkan bisa membuat penetrasi yang lebih besar lagi," ujarnya.
"Tapi di sisi lain, BYD enggak hanya bergantung pada insentif. Kami yakin pada tiga poin. Kekuatan teknologi, kemampuan integrasi vertikal dan kapasitas dari jumlah produksi," ular Eagle.
Ia lantas menyebut contoh kendaraan Dual Mode (DM) atau di Indonesia disebut PHEV.
"Anda lihat sejarah DM di Di-Space. Sudah 17 tahun BYD berinvestasi di teknologi ini dari gerasi 1.0 sekarang sudah menjadi 5.0"
"Volumenya lebih dari 7 juta unit DM, melayani konsumen global. Lalu pabrik, Anda sudah lihat, supply chain kami sangat dekat, termasuk EHS, BMS, mesin, semua kami combine bersama di pabrik manufaktur"
"Jadi, ini jaminan strategi harga. BYD enggak hanya kompetitif tapi juga sustainable," tuturnya.
| Editor | : | Iday |
KOMENTAR