Melansir dari Carnewschina, sistem ini berfungsi menekan body roll (limbung) dan meningkatkan pengendalian.
Song Pro juga dibekali sistem kontrol stabilitas saat ban pecah di kecepatan tinggi yang mengoordinasikan penggerak dan pengereman untuk mencegah hilangnya kendali.
Varian Flying Edition ini dilengkapi standar dengan sistem ADAS DiSus 100 (“God’s Eye C”) yang mendukung fitur Navigate On Autopilot (NOA) di jalan tol.
Selain itu, tersedia opsi peningkatan ke sistem mengemudi berbantuan berbasis LiDAR, yaitu DiPilot 300 (“God’s Eye B”).
Sistem ini memungkinkan mobil menjalankan fungsi NOA di jalanan perkotaan serta mendukung lebih dari 300 skenario parkir.
Namun perlu dicatat, paket DiPilot 300 ini dibanderol dengan biaya tambahan sebesar 9.900 yuan atau sekitar Rp 25 jutaan.
Bicara powertrain, BYD Song Pro DM-i Flying Edition menggunakan mesin ICE 1,5 liter bertenaga 99 dk yang dipadukan motor listrik 120 kW atau setara 161 dk pada poros roda depan.
Tersedia dua varian baterai LFP dengan kapasitas antara 26,6 hingga 34,27 kWh. Berdasarkan standar CLTC, jarak tempuh elektrik murni mobil ini berkisar antara 220 hingga 301 km.
Varian tertinggi menawarkan peningkatan jarak tempuh elektrik sebesar 33,3% dibandingkan pendahulunya.
Untuk efisiensi, konsumsi bahan bakar gabungan Song Pro DM-i tercatat sebesar 3,2 liter per 100 km.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR