Meski begitu, harganya tetap tergolong murah dibandingkan banyak negara lain.
Di sisi lain, data internasional mencatat harga bensin Iran berada di kisaran 0,36 dolar AS per liter atau sekitar Rp 5.500–5.800.
Selain Iran, negara seperti Libya dan Venezuela juga menawarkan harga sangat murah karena subsidi besar dari pemerintah.
Selain itu, negara-negara dengan harga menengah diisi oleh Indonesia, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Bahlil Klaim Cadangan BBM Indonesia Berada di Atas Standar Minimum
Di Indonesia, harga BBM subsidi rata-rata berada di kisaran Rp 10.000 per liter, masih lebih murah ketimbang rata-rata harga global yang mencapai sekitar Rp 22.000 per liter.
Di sisi lain, harga bensin termahal ditemukan di wilayah dengan pajak tinggi dan tanpa subsidi, seperti Hong Kong yang menembus Rp 60.000 per liter.
Negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Inggris juga mencatat harga tinggi, yakni kisaran Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per liter.
Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa kebijakan energi setiap negara sangat menentukan harga BBM yang dibayar masyarakat.
Negara produsen minyak cenderung memberikan subsidi besar untuk menjaga harga tetap murah, sedangkan negara maju memilih mengenakan pajak tinggi untuk mengontrol konsumsi dan mendukung kebijakan lingkungan.
Kesimpulannya, meskipun semua negara mengacu pada harga minyak dunia yang sama, harga BBM di tingkat konsumen sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah masing-masing.
Indonesia sendiri masih berada di kategori harga menengah, relatif lebih terjangkau kalau dibandingkan banyak negara lain di dunia.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR