Merasa janggal, sang ayah kemudian menghubungi anaknya untuk menceritakan kejadian tersebut.
Sang anak pun terkejut sekaligus kesal setelah mengetahui detailnya.
Dari percakapan mereka, diketahui bahwa tiket yang dibeli mencantumkan nomor kursi 39, sementara jumlah kursi di dalam bus tersebut hanya sampai nomor 38.
Ayahnya menduga ada kesalahan dari pihak penjual tiket yang kurang teliti. Ia tetap diminta membayar penuh, meski fasilitas yang didapat tidak sesuai dengan yang seharusnya.
Sang anak mengaku tidak tega membayangkan ayahnya harus duduk di kursi darurat selama perjalanan jauh. Ia pun mempertanyakan keadilan dari situasi tersebut, mengingat harga tiket yang dibayar tidak murah.
Baca Juga: Ulah Staf, Pejabat Disperkimtan Bekasi Kena Getah Xpander Pelat Merah Keluyuran Saat Mudik Lebaran
Meski demikian, sang ayah mencoba tetap menerima keadaan dengan lapang dada. Ia mengatakan tidak masalah, meski harus duduk di kursi plastik sepanjang perjalanan.
Merasa dirugikan, sang anak akhirnya membagikan kisah tersebut ke media sosial hingga menuai perhatian luas dari warganet.
Setelah ramai diperbincangkan, pihak bus pun memberikan tanggapan.
Mereka meminta supaya pemilik akun mengirimkan bukti tiket serta nomor lambung bus untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Meski sudah ada respons dari pihak terkait, kejadian ini terlanjur memicu reaksi publik. Banyak warganet yang mengecam perlakuan tersebut karena dianggap tidak adil terhadap penumpang.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR