GridOto.com - Wali Kota Samarinda, Andi Harun bikin heboh dengan mobil dinasnya yang mencolok.
Ia beberapa kali terlihat berdinas menggunakan Land Rover Defender hitam berpelat merah KT 1 B.
Setelah beberapa waktu jadi gosip, Pemerintah Kota Samarinda akhirnya angkat bicara.
Pemkot Samarinda menegaskan, Land Rover Defender tersebut bukan mobil dinas baru milik wali kota.
Melainkan mobil operasional yang disewa untuk melayani tamu penting yang berkunjung ke Samarinda.
Kabag Umum Sekretariat Kota Samarinda, Dilan Wewengkang mengatakan rencana pengadaan kendaraan operasional sebenarnya sudah muncul sejak 2022.
Saat itu pemerintah kota telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk membeli kendaraan operasional.
"Di tahun 2022 itu anggarannya memang sekitar Rp 4 miliar. Rencananya untuk pengadaan kendaraan operasional," ujar Dilan, (12/3/26) melansir Kompas.com.
Namun rencana pembelian kendaraan tersebut tidak dapat direalisasikan karena kendala administratif dari pihak dealer.
Menurut Dilan, agen tunggal pemegang merek tidak dapat mengeluarkan kendaraan dengan pelat merah untuk pembelian langsung oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: Land Rover Defender MY26 Masuk Indonesia, Tawarkan Bodi 90, 110 Hingga 130
"Kita sebenarnya mau beli mobil waktu itu, tapi dari agen tunggal pemilik merek tidak bisa mengeluarkan pelat merah," kata dia.
Kondisi tersebut membuat Pemkot Samarinda mencari alternatif agar kebutuhan kendaraan operasional tetap terpenuhi.
Pemkot kemudian berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Dari konsultasi tersebut muncul opsi penggunaan skema penyewaan kendaraan sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
"Setelah koordinasi dengan LKPP, solusinya memang bisa melalui skema sewa," ujar Dilan.
Melalui skema tersebut, Pemkot Samarinda akhirnya memilih Land Rover Defender.
SUV tersebut dinilai memiliki kemampuan lebih baik untuk menghadapi kondisi jalan tertentu di Samarinda, termasuk kawasan yang rawan genangan atau banjir.
"Kalau mobil biasa kadang sulit menembus kondisi jalan tertentu, apalagi kalau ada genangan atau banjir," sebut Dilan.
Skema penyewaan mobil itu mulai berjalan sejak 2023 dengan masa kontrak selama tiga tahun hingga 2026.
"Kontraknya dimulai dari 2023 dan berakhir di 2026," jelasnya.
Baca Juga: Mobil Dinas Fantastis Rp 8,5 M Disorot, Gubernur Kaltim Tegas Tolak Pakai Kijang
Dalam kontrak tersebut, biaya penyewaan kendaraan berada di kisaran Rp 160 juta per bulan.
Kendaraan tersebut disediakan oleh perusahaan penyewaan kendaraan PT Indorent Tbk yang berkantor pusat di Jakarta.
Selama masa kontrak, seluruh biaya pemeliharaan kendaraan ditanggung oleh pihak penyedia.
"Biaya servis dan pemeliharaan semuanya ditanggung pihak penyedia. Bahkan mekaniknya langsung datang ke sini kalau ada perawatan," tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan Land Rover Defender tersebut sejak awal memang diperuntukkan sebagai mobil pelayanan tamu VIP.
"Itu memang mobil tamu. Tulisannya di nomenklatur sejak 2022 adalah mobil tamu, tamu VIP," ucap Andi Harun saat ditemui usai rapat koordinasi di Mapolresta Samarinda, (9/3/26) mengutip Kompas.com.
Ia menjelaskan mobil tersebut disiapkan untuk menjemput dan mengantar tamu penting seperti menteri atau pejabat kementerian yang berkunjung ke Samarinda.
"Misalnya kalau Pak Menteri datang atau Pak Sekjen, tamu VIP, itu untuk pelayanan tamu. Kita memang tidak punya mobil pelayanan tamu sebelumnya," ujar dia.
Andi juga menegaskan mobil dinas resmi wali kota yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari tetap menggunakan sedan lama.
"Kalau kegiatan di dalam kota biasanya pakai sedan. Kalau ke lapangan atau ke lokasi yang tidak memungkinkan sedan masuk, baru pakai kendaraan itu," katanya.
Baca Juga: Ucapan Tolak Kijang Jadi Bumerang, Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar Gubernur Kaltim Batal
Ia juga menepis anggapan dirinya mengganti mobil dinas setelah polemik Land Rover Defender tersebut viral.
"Mobil dinas wali kota itu masih yang lama. Saya belum pernah punya mobil dinas baru," ujarnya.
Menurut Andi, Land Rover Defender tersebut hanya digunakan sesekali, terutama untuk kegiatan lapangan atau pelayanan tamu penting.
"Kalau mobil tamu sekali-kali dipakai, kan tidak apa-apa. Lagi pula itu bukan beli, hanya sewa," terangnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR