Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Habis Rp 5,2 Miliar, Camat dan Kepala SKPD Banjarmasin Dijatah Mobil Dinas Listrik BYD Atto 1

Irsyaad W - Kamis, 12 Februari 2026 | 12:35 WIB
Mobil listrik BYD Atto 1 jadi kendaraan dinas baru Kepala SKPD dan Camat di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Andi Muhammad Haswar/Kompas.com
Mobil listrik BYD Atto 1 jadi kendaraan dinas baru Kepala SKPD dan Camat di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

GridOto.com - Mobil dinas baru Camat dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyita perhatian.

Mereka dijatah mobil listrik baru sebagai kendaraan dinas dengan total anggaran yang dihabiskan Rp 5,2 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Kasubbag Rumah Tangga dan Perlengkapan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengungkapkan untuk tahap awal, hanya tersedia 21 unit mobil listrik.

Jumlah tersebut terbatas karena keterbatasan anggaran.

"Pengadaan mobil dinas ini sudah dilakukan melalui sistem Inaproc, platform e-procurement resmi Indonesia, untuk memastikan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengeluaran," ujar Zazuli dalam keterangannya, (10/2/26) melansir Kompas.com.

Mobil listrik yang disediakan ini khusus untuk Kepala SKPD dan Camat, namun Zazuli memastikan pengadaan akan dilanjutkan dan ditambah melalui anggaran perubahan.

"Karena jumlahnya belum mencukupi untuk seluruh Kepala SKPD, Insya Allah pada APBD Perubahan akan disiapkan tambahan unitnya," jelas Zazuli.

Baca Juga: Heboh Mobil Listrik Tesla Model 3 Berpelat Dinas Merah B 1002 WQE, Pemkot Tangsel Bereaksi Begini

Harga per unit mobil listrik tersebut adalah Rp 250 juta dengan merek yang sama yaitu BYD Atto 1.

Zazuli menambahkan pengadaan mobil listrik ini sejalan dengan program pemerintah pusat serta kebijakan nasional mengenai transisi energi bersih dan target emisi nol.

Selain itu, melalui pengadaan mobil listrik, Pemkot Banjarmasin diklaim berhasil melakukan efisiensi anggaran.

Sebelumnya, Pemkot banyak mengalokasikan dana untuk perawatan mobil konvensional, termasuk biaya bahan bakar.

"Penggunaan mobil listrik ini dilandasi kebijakan nasional terkait transisi energi ramah lingkungan dan zero emisi," paparnya.

"Selain itu, ini juga untuk menekan biaya BBM kendaraan konvensional yang selama ini cukup tinggi," tuntas Zazuli.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa