Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Para Pengusaha Taksi Listrik Bakal Dipanggil Polri, Ini Tujuannya

Ferdian - Kamis, 30 April 2026 | 23:50 WIB
Taksi listrik VinFast VF e34 milik Green SM Indonesia yang sebelumnya tertemper KRL hingga menyebabkan tragedi besar KA Argo Bromo menghantam KRL di stasiun Bekasi Timur, kota Bekasi, (27/4/26)
Facebook/@Yuyu Wahyuni
Taksi listrik VinFast VF e34 milik Green SM Indonesia yang sebelumnya tertemper KRL hingga menyebabkan tragedi besar KA Argo Bromo menghantam KRL di stasiun Bekasi Timur, kota Bekasi, (27/4/26)

GridOto.com - Para pengusaha taksi, khususnya yang menggunakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan dipanggil oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Hal ini sehubungan dengan edukasi terkait standar operasional prosedur (SOP) darurat usai kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

“Dengan kejadian ini, minggu depan kami sudah melayangkan surat kepada seluruh pengusaha taksi atau mobil penumpang, terutama yang sekarang menggunakan kendaraan listrik atau EV, untuk kami kumpulkan. Kita akan memberikan edukasi terkait bagaimana SOP-nya dengan melibatkan regulator maupun dealer atau ATPM,” ujar Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Faizal, dalam diskusi di Gedung DPR RI, Kamis (30/4/2026).

Melansir Kompas.com, Brigjen Faizal mengatakan langkah ini diambil untuk meningkatkan pemahaman pengemudi dalam menghadapi kondisi darurat, seperti kendaraan mogok di perlintasan kereta.

Faizal menilai masih banyak pengemudi yang belum paham cara menangani kendaraan listrik saat mengalami gangguan di situasi berbahaya, termasuk saat berhenti di tengah rel kereta api.

Karena menurutnya penanganan kendaraan listrik berbeda dengan mobil manual yang bisa langsung dipindahkan ke posisi netral dan didorong.

“Driver ini dibekali pengetahuan tidak untuk mengatasi kalau kendaraan listrik ini berhenti di tengah rel kereta api? Beda dengan kendaraan manual. Begitu didorong ke gigi netral, tinggal dorong, maju sendiri,” kata Faizal.

Baca Juga: GAC Ternyata Enggak Hanya Bikin Mobil Listrik, Mereka Juga Bikin Motor

Faizal mengungkapkan, dalam sejumlah kasus, pengemudi justru memilih meninggalkan kendaraan saat terjadi kondisi darurat. Padahal, tindakan tersebut dinilai berisiko karena tidak mengamankan jalur kereta.

“Nah, kendaraan listrik ini SOP-nya kemarin pengemudi ada yang turun dari mobil, lari. Nah itu SOP-nya mereka, ditinggal itu mobil,” ucap Faizal.

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa