GridOto.com - Pengemudi jangan egois ketika melaju di jalan tol.
Atur kecepatan mobil sesuai aturan yang berlaku, jangan melaju kayak keong karena bisa memicu Phantom Traffic.
Yup, melaju terlalu lambat di jalan bisa mengakibatkan Phantom Traffic alias tiba-tiba macet, tapi tidak ada apa-apa.
Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, salah satu penyebab phantom traffic adalah pengemudi yang jalan terlalu lambat, tidak sesuai dengan kondisi lalu lintas.
"Jadi perilaku orang yang kecepatannya terlalu pelan dibandingkan dengan arus lalu lintas. Itu akan menyebabkan kemacetan karena dia juga melaju pelan di lajur yang salah," kata Jusri, (4/1/26) menyitat Kompas.com.
Harus dipahami, jalan tol punya batas kecepatan minimum 60 Kilometer Per Jam (Kpj) dan maksimum sekitar 80 Kpj sampai 100 Kpj.
Pengemudi yang melaju di 60 Kpj tapi berada di lajur cepat, bisa menyebabkan perlambatan yang masif.
Baca Juga: Mata-mata Kecepatan Mobil di Jalan Tol Makin Canggih, Pelaku Langsung Ditampilkan ke Layar Besar
"Perlambatan masif akan mengakibatkan phantom traffic. Ini yang jadi biang kerok dari stresnya orang, peluang kecelakaan, pengemudi ugal-ugalan, ya macam ini," papar Jusri.
Makanya saat orang lain mau menyalip kendaraan yang pelan tapi di lajur kanan, akhirnya pakai lajur lambat.
Karena dibiasakan, akhirnya jadi perilaku, yang lambat tidak ditindak, yang kencang jadi sering pakai lajur sebelah kiri.
"Seharusnya pengemudi bisa melaju sesuai dengan kondisi yang ada dan tahu menempatkan di mana dia harus berada," tutur Jusri.
Jusri menjelaskan, saat pengemudi paham untuk menyesuaikan kecepatan dan posisi, maka kondisi jalan tol bisa tetap lancar.
Tapi memang perlu dilakukan edukasi sejak awal, sebelum bisa mengemudi bahkan terkait pemahaman berlalu lintas.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR