GridOto.com - Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, menyebut motor Ducati MotoGP 2026 punya “DNA yang berbeda” ketimbang motor yang ia gunakan sebelumnya.
Meski begitu, ia menilai motor terbaru tersebut lebih sesuai dengan gaya balapnya daripada GP25 musim 2025.
Karena ia diketahui mengalami kesulitan besar dengan GP25 tahun lalu.
Ia merasa motor tersebut terlalu jauh meninggalkan karakter khas Ducati yang sebelumnya membuatnya tampil kompetitif.
Memasuki pramusim 2026, performa Bagnaia terlihat lebih menjanjikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ia pun mengaku cukup puas dengan performa GP26 sejauh ini.
Bagnaia menutup tes pramusim MotoGP di Buriram dengan menempati posisi keempat secara keseluruhan.
Ia menilai ada peningkatan signifikan dibandingkan 12 bulan lalu, meski masih merasa perlu meningkatkan konsistensi saat pengereman.
Baca Juga: Sumringah di Tes MotoGP Thailand, Jorge Martin Mulai Tebar Ancaman Bersama Aprilia
“Bagi saya, motor ini berbeda, tetapi bekerja lebih baik untuk gaya balap saya,” ujarnya.
“Tahun lalu saya langsung kesulitan sejak awal. Begitu tiba di sini, ini memang trek yang bagus untuk saya, tapi tidak seperti Malaysia, di mana saya sangat kesulitan saat tes.
“Dalam balapan saya memang finis podium, tetapi feeling saya tidak terlalu bagus.”
Selama tes di Buriram, Bagnaia fokus bekerja dengan ban bekas serta mendalami karakter motor. Ia merasa telah membuat satu langkah maju, meskipun masih ada kekurangan.
“Saya masih butuh sedikit konsistensi saat pengereman. Kadang saya bisa mengerem dengan baik, kadang motor sedikit bergetar. Tapi itu karena kami masuk tikungan dengan kecepatan lebih tinggi.
“Jadi kami hanya perlu menemukan konsistensi yang lebih baik.”
Bagnaia tidak sempat menyelesaikan simulasi balapan penuh pada hari Minggu akibat kendala teknis pada motornya.
Baca Juga: Bursa Pembalap MotoGP Memanas, Bagnaia Dapat Tawaran Fantastis Dari Aprilia
Namun, ia sudah menjalani simulasi sprint pada Sabtu dan hasilnya cukup positif.
“Saya senang dengan feeling saya selama tes. Pramusim kali ini berakhir jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, jadi perasaan saya sangat bagus. Sekarang waktunya mulai bertarung di musim ini,” tambahnya melansir Crash.
“Untuk saat ini saya bisa bilang bahwa saya puas. Kami bekerja dengan solid selama tes. Malaysia penting, tetapi di sini lebih penting mengingat apa yang terjadi tahun lalu.
“Time attack berjalan baik. Memang bukan putaran yang luar biasa, tetapi cukup untuk tetap cepat.
“Untungnya saya sudah melakukan simulasi sprint kemarin dan hasilnya baik, karena hari ini ada sedikit masalah saat simulasi balapan sehingga saya harus berhenti.
“Hal seperti ini bisa saja terjadi saat tes, dan lebih baik terjadi saat tes daripada di akhir pekan balapan.”
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR