GridOto.com - Polda Jawa Tengah membuka kemungkinan terkait tindakan tembak mati pelaku begal maupun kelompok kreak bila dianggap mengancam nyawa masyarakat atau petugas di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, di tengah meningkatnya patroli malam dan maraknya aksi tawuran remaja bersenjata tajam di sejumlah wilayah Jawa Tengah, terutama Kota Semarang.
“Kalau misalnya membahayakan, mengancam jiwa bagi petugas maupun orang lain atau masyarakat, kalau memang harus dia ditembak mati, ya pasti dilakukan,” kata Kombes Anwar di Mapolda Jateng, Jumat (29/5/2026) sore.
Menurut dia, tindakan tersebut tetap berada dalam prinsip tegas dan terukur, bergantung pada situasi yang dihadapi anggota di lapangan.
“Tentunya sesuai dengan ukuran, jadi tegas dan terukur. Bukan berarti disamaratakan semua pelaku,” imbuhnya diktuip dari Tribunjateng.
Pernyataan itu muncul ketika aparat kepolisian menghadapi eskalasi kejahatan jalanan yang tidak lagi sebatas pencurian biasa.
Dalam beberapa bulan terakhir, polisi mencatat meningkatnya aksi begal bersenjata tajam, tawuran remaja hingga kelompok kreak yang bergerak secara bergerombol pada malam hingga dini hari.
Dalam paparan Ditreskrimum Polda Jateng, sepanjang Mei 2026 polisi mengungkap 61 kasus kejahatan 3C dengan total 105 tersangka diamankan dan 69 korban terdampak.
Baca Juga: Begal Honda Brio Wanita Bersenjata Celurit di Cisauk Terungkap, Pelaku Sempat Kencan Sama Korban
Kasus pencurian dengan kekerasan atau begal tercatat sembilan laporan polisi dengan karakter dominan penggunaan senjata tajam dan serangan pada malam hari terhadap korban lengah.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR