Makanya saat orang lain mau menyalip kendaraan yang pelan tapi di lajur kanan, akhirnya pakai lajur lambat.
Karena dibiasakan, akhirnya jadi perilaku, yang lambat tidak ditindak, yang kencang jadi sering pakai lajur sebelah kiri.
"Seharusnya pengemudi bisa melaju sesuai dengan kondisi yang ada dan tahu menempatkan di mana dia harus berada," tutur Jusri.
Jusri menjelaskan, saat pengemudi paham untuk menyesuaikan kecepatan dan posisi, maka kondisi jalan tol bisa tetap lancar.
Tapi memang perlu dilakukan edukasi sejak awal, sebelum bisa mengemudi bahkan terkait pemahaman berlalu lintas.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR