GridOto.com - Gubernur Bali, Wayan Koster blak-blakan dengan investasi yang ada di pulau Dewata.
Ia mengungkapkan sisi gelap rental motor dan Air BnB di Bali yang transaksinya mencapai Rp 50 triliun, tapi semuanya milik Warga Negara Asing (WNA).
"Estimasinya Rp 50 triliun transaksi yang dikerjakan oleh pengelola media digital. Estimasinya Rp 50 triliun diambil sama mereka, coba. Dan satu pun nggak ada orang Balinya," jelas Koster dalam acara di Bali, (18/2/26) menukil Tribun-Bali.com.
Lebih lanjut, Koster mengatakan, pelaku transportasi di Bali semakin kehilangan nilai ekonomi.
Selain itu, praktik alih fungsi lahan nominee juga banyak terjadi di Bali.
Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster adakan pertemuan dengan pengelola Airbnb di Asia Tenggara, yang berkantor di Singapore, Shanta Arul selaku Public Policy Lead, SEA, Ishwinder Kaur selaku Public Policy Manager, dan Matius Roland selaku Senior Associate di Jayasabha pada Rabu 11 Februari 2026.
Pada pertemuan tersebut, Koster mengajak Airbnb sebagai platform pasar digital global yang menghubungkan akomodasi villa hingga jasa pariwisata kepada wisatawan di Bali untuk menaati peraturan di Pemerintah Provinsi Bali.
Baca Juga: Pemilik dan Karyawan Rental Motor di Kuta Syok Berat, 14 Unit PCX, NMAX Sampai ADV Meleleh
Ketegasan Airbnb dalam mempromosikan villa/jasa pariwisata di Bali wajib dilaksanakan dengan merujuk pada kelayakan perizinan perusahaan pariwisata tersebut dan apakah sudah taat bayar pajak atau belum.
"Jika tidak tertib, Saya harap pelaku usaha villa dan jasa pariwisata itu dikeluarkan dari list platform digital Airbnb," ungkap Koster.
Koster juga turut mengajak Airbnb untuk bekerja sama dengan platform digital Pemerintah Provinsi Bali Love Bali dalam memfasilitasi pembayaran Pungutan bagi Wisatawan Asing sejumlah Rp 150 ribu agar sama-sama memberikan manfaat.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR