"Misalnya saat bore up tapi masih pakai injector standar itu rata-rata AFR-nya jadi 14:1 atau terlalu kering," papar Anggi
"Enggak hanya injector, pergantian noken as dengan profil lebih tinggi dan durasi lebih panjang misalnya itu juga akan memengaruhi nilai AFR," jelasnya saat ditemui di Jalan Kemang Raya No.32, Kalibaru, Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Menurut Anggi, kondisi AFR yang kering atau tidak sesuai dengan kebutuhan mesin akan membuat hasil bore up motor injeksi enggak maksimal.
"Kalau AFR kekeringan nanti peak power (tenaga puncak motor) juga enggak maksimal," wanti Anggi.
Oleh karena itu, perlu dilakukan remap ECU bawaan motor agar kebutuhan mesin akan bahan bakar terpenuhi.
"Hal ini agar AFRnya disesuaikan lagi dengan kebutuhan mesin," sarannya.
"Saat remap ECU nanti akan dicari AFR Ideal, umumnya ada di 12,5:1 sampai 12,8:1, selebihnya paling tinggal geser limiter (RPM limit)," tutup Anggi.
Itulah dia gaes, kenapa motor bekas injeksi yang sudah di bore up perlu di remap ECU.
Baca Juga: Jangan Tunggu Overheat, Air Radiator Motor Bekas Wajib Dikuras Tiap Kilometer Segini
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR