GridOto.com - Jalan Raya Jogja-Wates sudah sering memakan korban. Banyak mobil alami pecah ban terkena ranjau tapi bukan paku.
Ranjau di sekitar Km 23 wilayah Kedungsari, Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta ini berjenis alami.
Yaitu berupa lubang jalan menganga yang jumlahnya ada beberapa.
Kerusakan aspal ini membuat pengendara terpaksa menepikan kendaraan mereka.
"Sudah banyak yang jadi korban pecah ban. Ban mobil sobek seperti ini. Tidak bisa dipakai lagi," kata Imran (30), pemilik tambal ban di sekitar lokasi, (2/1/26), sambil menunjukkan beberapa ban mobil yang robek dikutip dari Kompas.com.
Imran menjelaskan keluhan mengenai lubang tersebut telah dilaporkan pengendara sejak hampir sepekan lalu.
Berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil keluarga dan mobil listrik, turut menjadi korban.
Baca Juga: Pengelola Tanggung Jawab, Begini Cara Klaim Ganti Rugi Pecah Ban di Tol Cipali
Ia menyebutkan, pada hari itu sekitar pukul 10.00 WIB, sudah melayani pemilik mobil listrik yang ban-nya sobek karena bagian kiri depan dan belakang menghajar lubang jalan.
Pengemudi tersebut berniat menuju Prambanan.
Puncak insiden terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026 sekitar pukul 19.00–20.00 WIB.
Meskipun bengkel sudah tutup, beberapa mobil tetap datang dengan kondisi ban robek.
Situasi memburuk saat hujan turun, mengubah lubang menjadi jebakan tak terlihat karena tertutup air.
Pengemudi baru menyadari masalah setelah mobil oleng dan ban rusak.
Bahkan, ada mobil yang mengalami kerusakan pelek akibat benturan dalam lubang.
Baca Juga: Video Aspal Bolong-Bolong Viral, Pengelola Tol Palikanci Angkat Bicara
Pengendara harus mengeluarkan biaya tambahan, minimal Rp 300 ribu untuk ban bekas, terlebih banyak mobil kini tidak lagi dilengkapi ban cadangan.
Warga sudah melaporkan kerusakan jalan itu sejak beberapa hari lalu namun belum ditangani, padahal ruas Jogja–Wates merupakan jalur nasional dengan lalu lintas padat.
"Bisa saja sampai puluhan mobil mengalami hal ini, karena ada juga bengkel panggilan yang siap dipanggil ke lokasi kejadian," terang Imran.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Septi Adi Jati Wibowo, menyampaikan munculnya lubang tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.
"Bisa karena beban kendaraan yang overload dan juga kondisi tanah di Kulon Progo yang tentu berbeda dengan di wilayah lain," tuturnya.
"Aspal menerima beban terus-menerus, lalu air masuk ke dalam retakan lapisan, sehingga bisa menyebabkan kerusakan," terang Septi.
Namun, Septi menegaskan perbaikan jalan nasional bukan wewenang pihaknya.
Pihaknya telah menyampaikan keluhan warga tersebut kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang memiliki kewenangan teknis.
"Informasi kerusakan sudah kami sampaikan untuk ditindaklanjuti," ujar Septi.
Menurut Septi, Satker juga memantau laporan kerusakan jalan dari berbagai pihak dan masyarakat, yang menjadi dasar percepatan koordinasi penanganan.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR