GridOto.com - Mengintip canggihnya pabrik Hyundai di Indonesia, sudah pakai robot?
Hyundai Gowa selaku dealer resmi Hyundai di Indonesia mengajak Gridoto untuk mengunjungi langsung pabrik mereka yang sudah beroperasi sejak tahun 2021.
Pabrik Hyundai Indonesia berlokasi di Greenland International Industrial Center, Cikarang Bekasi, Jawa Barat.
Pabrik mobil Hyundai di Indonesia sudah cukup canggih.
Baca Juga: Hyundai IONIQ 5 N Drift King Edition, Kolaborasi Sama Keiichi Tsuciya
Pasalnya dalam proses produksinya sudah melibatkan robot.
"Dalam proses pekerjaan di pabrik sudah canggih karena menggunakan robot," buka Ferry selaku Chief Operation Officer Hyundai Gowa kepada GridOto pada Jum'at (17/01).
Pabrik ini sendiri mengerjakan berbagai proses produksi untuk mobil Hyundai.
Mulai dari proses stamping, welding hingga quality control dilakukan di pabrik ini.
"Kalau ditanya robot perakitannya dari mana, yang jelas buatan Hyundai juga," kata Ferry.
"Soalnya di Korea Selatan sudah full menggunakan robot," tambahnya saat ditemui di Jalan Pramuka No.137, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Minat Hyundai Stargazer, Harganya Naik Jadi Segini Per Januari 2025
Selain canggih, pabrik Hyundai di Indonesia juga didesain ramah lingkungan.
Contohnya seperti penggunaan panel surya untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik untuk area assembly shop.
Kemudian pada pabrik Hyundai di Indonesia juga menggunakan cat berbasis air atau water base.
Cat jenis ini memilik kandungan volatile organic compound (VOC) yang lebih rendah dibandingkan jenis cat lain.
Baca Juga: Body Mungil Harga Mobil Bekas Hyundai Atoz Dilego Cuma Segini
Sehingga diklaim lebih ramah terhadap lingkungan.
Pabrik yang memproduksi Hyundai Santa Fe Hybrid, Kona EV, Stargazer, New Creta hingga New Creta N line ini mempunyai kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun.
Bahkan, kapasitas produksi maksimumnya diklaim hingga 250.000 unit setiap tahunnya.
Oleh sebab itu, pabrik Hyundai Indonesia di Cikarang ini juga jadi basis produksi mobil untuk ekspor ke Thailand, Vietnam, Malaysia dan Filipina.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR