Jangan Tunda Lagi Kebijakan Bebas ODOL 2021, Negara Sudah Rugi Rp 43 Triliun

M. Adam Samudra - Jumat, 14 Februari 2020 | 14:20 WIB
Ilustrasi truk ODOL oleng dan membahayakan pengguna jalan
NTMC Polri
Ilustrasi truk ODOL oleng dan membahayakan pengguna jalan

GridOto.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menegaskan akan terus menggaungkan “Indonesia Bebas Over Dimension dan Over Loading (ODOL) 2022”. 

Kesepakatan ini sudah ditandantangani oleh tiga instansi yaitu Dirjen Hubdat Kemenhub, Korlantas Polri, Dirjen Bina Marga Kemen PUPR dan beberapa asosiasi serta pemangku kepentingan.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Djoko Setijowarno meminta agar pemerintah jangan pernah menunda lagi kebijakan soal bebas odol di tahun 2021.

"Over dimension adalah suatu kondisi dimana dimensi pengangkut kendaraan tidak sesuai dengan standar produksi pabrik (modifikasi)," kata Djoko kepada GridOto.com, Jumat (14/2/2020).

(Baca Juga: Biar Tau Rasa! 227 Truk ODOL Dijaring Polisi di Tol Jagorawi dan Sekitarnya)

"Sedangkan over loading adalah suatu kondisi dimana kendaraan yang mengangkut muatan yang melebihi batas beban yang ditetapkan," sambung dia.

Ia menilai, dampak ODOL terhadap infrastruktur dan lingkungan telah menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, jembatan (runtuh atau putus) dan pelabuhan, penyebab dan pelaku kecelakaan lalu lintas, tingginya biaya perawatan infrastruktur.

"Data Kementerian PUPR, menyebutkan kerugian negara mencapai Rp 43 triliun untuk perbaikan jalan nasional akibat dilewati truk-truk odol. Semuanya itu bermuara pada turun atau rendahnya tingkat keselamatan lalu lintas di jalan," ucapnya.

Djoko mengaku, kendaraan ODOL dari sisi pengusaha angkutan bisa jadi menguntungkan dalam jangka pendek, karena dapat mengangkut lebih banyak dengan frekuensi yang lebih sedikit.

(Baca Juga: Truk ODOL Bikin Biaya Pemeliharaan Tol Palikanci Melambung, Tembus Rp 41 Miliar di 2019)

Namun risiko bagi publik cukup besar, dari sisi risiko kecelakaan lalu lintas serta kerusakan jalan yang dilalui.

Tindakan tegas dari pemerintah untuk penanganan ODOL tentunya akan bermanfaat bagi pengurangan berbagai risiko.

Maka asosiasi dan beberapa pemangku kepentingan harus siap beradaptasi.

Editor : Dida Argadea

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa