GridOto.com - Viral di media sosial memperlihatkan sejumlah pemotor terpaksa mendorong kendaraannya setelah mengisi BBM di SPBU Bogor.
Dalam unggahan akun Instagram @parungpanjang.viral, terlihat air keluar dari tangki bensin motor milik warga, memicu kepanikan dan keluhan.
Kapolsek Parung Panjang, Kompol M. Taufik, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia mengatakan pihak kepolisian sudah turun langsung ke lokasi sejak Jumat malam untuk melakukan pengecekan.
Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan kontaminasi air ditemukan pada BBM jenis Pertalite.
Polisi memastikan penjualan Pertalite di SPBU itu dihentikan sementara hingga investigasi tuntas dan dipastikan tidak ada lagi kandungan air di dalam tangki penyimpanan.
Terkait hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bergerak cepat menanggapi keluhan warga soal dugaan BBM tercampur air di SPBU 34.16316 Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Oknum ASN Mirip Preman, Terekam CCTV Aniaya 4 Petugas SPBU Tanpa Sebab
Sebagai langkah awal, Pertamina langsung menginstruksikan penghentian sementara penjualan Pertalite di SPBU tersebut sejak Jumat, 13 Februari 2026.
Melansir Kompas.com, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menjelaskan penghentian itu dilakukan setelah muncul laporan dari konsumen terkait kualitas BBM yang disalurkan.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons cepat sekaligus langkah antisipatif sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Bersama pengelola SPBU, Pertamina juga membuka posko pengaduan di lokasi untuk mendata konsumen yang terdampak.
Pihak SPBU menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas kerusakan kendaraan warga.
Penanganan yang dilakukan mencakup pengurasan tangki, penggantian BBM, hingga perbaikan atau servis kendaraan yang mengalami masalah.
Saat ini, tim Pertamina tengah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap infrastruktur SPBU guna mencari tahu penyebab masuknya air ke dalam tangki penyimpanan BBM.
Warga yang merasa dirugikan diminta segera melapor melalui Pertamina Call Center 135 agar bisa segera ditindaklanjuti
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR