GridOto.com - Di tengah belum adanya kepastian kelanjutan insentif kendaraan listrik pada 2026, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) angkat bicara.
Bagi Suzuki, insentif tetap menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong strategi elektrifikasi.
Deputy 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Saputra, menegaskan dukungan pemerintah terhadap ekosistem kendaraan listrik sangat berpengaruh terhadap pasar.
Apalagi, sejumlah stimulus seperti PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 10 persen telah berakhir per 31 Desember 2025, disusul penghentian insentif bea masuk untuk mobil listrik impor utuh (CBU) mulai 1 Januari 2026.
“Jadi kalau kami dari Suzuki, kami meyakini bahwa insentif kendaraan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam strategi elektrifikasi. Ini salah satunya,” ujar Dony saat ditemui di IIMS 2026.
Menurutnya, bukan hanya soal produk, tetapi juga pengembangan infrastruktur yang menjadi kunci.
Ia menyebut, dukungan pemerintah terhadap ekosistem secara menyeluruh turut berkontribusi terhadap pemasaran kendaraan listrik di Indonesia.
“Jadi dukungan pemerintah terhadap ekosistem termasuk subsidi dan pengembangan infrastruktur, tidak hanya produk, tapi pengembangan infrastruktur, berkontribusi dalam pemasaran kendaraan listrik di Indonesia,” lanjutnya.
Saat ditanya soal dampak berakhirnya insentif terhadap harga dan daya saing produk, Dony belum mau berspekulasi jauh.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR