Memasuki Race 2, tantangan fisik semakin berat lantaran suhu lintasan menyengat hingga 60 derajat Celsius.
Start dengan sangat baik, Ramadhipa langsung merangsek ke grup lima besar dan konsisten menggeber motor NSF250RW miliknya demi memburu podium.
Sial bagi Ramadhipa, asanya mengunci podium buyar di putaran pamungkas akibat insiden tabrakan dari pembalap lain yang membuatnya tersungkur.
Namun dengan semangat mental baja, ia mampu bangkit dan melanjutkan balapan meski harus puas finis di posisi ke-21.
"Race satu berjalan cukup sulit. Saya berusaha tetap berada di grup depan namun kesulitan menemukan ritme, sehingga saya memutuskan untuk bertahan dan poin berhasil diamankan. Di race kedua, sejak awal saya mencoba memimpin jalannya balapan, tetapi belum berhasil. Sayang, pada lap terakhir pembalap lain menabrak sisi kanan motor hingga saya terjatuh. Kini kami harus bekerja keras, baik fisik maupun mental, agar tampil kuat dan cepat di Magny-Cours," ungkap M. Kiandra Ramadhipa.
Peluang Juara Dunia Masih Terbuka
Apresiasi besar atas daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh Ramadhipa di Jerez datang dari pihak manajemen AHM
Evaluasi mendalam dipastikan akan langsung berjalan agar performa apik di sesi kualifikasi bisa terkonversi maksimal pada balapan berikutnya.
"Ramadhipa mampu menunjukkan perjuangan yang solid dalam dua race berbeda. Melalui semangat satu hati, kami pun terus mendukungnya agar dapat terus bersaing dengan optimal dan semakin melesat pada putaran berikutnya," ujar General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya.
Meski kehilangan poin di Race 2, tambahan 9 angka dari balapan pertama terbukti sangat krusial bagi sang pembalap asal Yogyakarta.
Ramadhipa kini bertengger di peringkat keempat klasemen sementara dengan total raihan 60 poin, dan hanya berselisih 9 angka dari pemuncak klasemen.
Peluang emas untuk merebut takhta juara dunia pun masih terbuka lebar menjelang putaran kelima yang dijadwalkan berlangsung di Circuit de Nevers Magny-Cours, Prancis, pada 24–26 Juli mendatang.