Mengenal Ojek Setan di Gunung Sumbing, Sensasi Naik Motor Trail Bonceng Depan

Ferdian - Minggu, 5 Juli 2026 | 12:35 WIB

Ojek setan gunung Sumbing

GridOto.com - Ketika mendengar yang namanya Ojek Setan, sebagian orang mungkin langsung membayangkan cerita mistis khas pegunungan.

Nah, namun cerita tersebut bisa sirna saat kalian datang ke di Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Garung, Desa Butuh, Kalikajar, Wonosobo.

Alih-alih mistis, ojek motor ini justru jadi atraksi wisata yang memicu rasa penasaran pendaki dan wisatawan.

Keunikan utamanya terletak pada posisi duduk penumpang yang tidak biasa.

Jika ojek lazimnya membonceng penumpang di belakang, Ojek Setan justru menempatkan penumpangnya di bagian depan, tepat di antara setang dan pengemudi.

Kepala Desa Butuh, Dzikroni, menjelaskan bahwa julukan ekstrem ini lahir murni karena keunikan cara berkendaranya, bukan karena hal gaib.

"Ya itulah kenapa disebut ojek setan, karena beda dari yang lain, penumpang di depan sopir," kata Dzikroni, Minggu (5/7/2026).

Menggunakan motor trail, Ojek Setan menjadi andalan untuk membelah jalur ekstrem, curam, dan berbatu menuju area Perhutani serta lahan pertanian warga.

Bagi para pendaki yang ingin menghemat tenaga, ojek ini siap mengantar hingga titik tertentu.

Baca Juga: Masih Rezeki, Polisi Rebut Honda BeAT Ojek Online Dari Tangan Begal Hanya Dalam Waktu Singkat

"Ya nanti para pendaki akan diantar sampai pos satu. Sampai Pos 1 itu Rp 30.000," ujar Dzikroni. Tarif tersebut dinilai sangat sepadan dengan medan berat yang harus ditaklukkan.

Meski namanya terdengar liar, operasional Ojek Setan dikelola secara profesional dan memiliki aturan ketat yang terpampang di basecamp.

Layanan ini dibagi menjadi tiga sesi, termasuk sesi tektok dini hari (00.00–05.00 WIB) bagi pendaki yang mengejar momen sunrise.

Ada pula penyesuaian tarif berdasarkan bobot penumpang demi keselamatan berkendara di tanjakan ekstrem.

"Selain itu, penumpang dengan berat badan di atas 70 kilogram akan dikenakan biaya tambahan sebagai bentuk penyesuaian terhadap beban kendaraan saat melintasi jalur menanjak," ungkap Kades.

Secara internal, para pengemudi juga terikat kode etik.

Mereka dilarang saling menyalip atau memacu kecepatan di area perkampungan demi kenyamanan warga sekitar.

Selain itu mereka juga dilarang ngebut ketika memasuki area pemuiman warga.

Kini, Ojek Setan tidak hanya mempermudah mobilitas petani lokal, tetapi juga menjadi ikon wisata yang mendongkrak ekonomi warga Desa Butuh. Dzikroni pun mengajak siapa saja untuk datang dan mencoba langsung sensasi transportasi unik ini.

"Yang mau merasakan sensasinya ayo silakan datang kami tunggu," pungkasnya.

YANG LAINNYA