GridOto.com - Seorang tukang ojek menggugat Pemerintah Daerah (Pemda) Pendeglang, Banten.
Ia tak terima atas penetapan dirinya menjadi tersangka dalam kecelakaan maut di Jalan Gardu Tanjak, Pandeglang yang mengakibatkan penumpangnya tewas.
Padahal kecelakaan diakibatkan kondisi jalan yang berlubang.
Dengan itu, Al Amin dibantu kuasa hukumnya Raden Elang Mulyana menggugat lima pihak dalam perkara perbuatan melawan hukum, yakni:
1. Gubernur Banten,
2. Dinas PUPR Provinsi Banten,
3. Bupati Pandeglang,
4. Dinas Perhubungan, serta
5. pengemudi ambulans yang terlibat dalam insiden tersebut.
"Fakta utamanya adalah jalan berlubang yang tidak diperbaiki dan tidak diberi rambu peringatan. Itu yang menjadi pemicu kecelakaan," ujar Raden melalui sambungan telepon, (23/2/26) melansir Kompas.com.
Raden mengungkapkan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, (27/1/26).
Baca Juga: Bupati Lebak Pertanyakan Dana Desa ke Kades-kades Bermobil Mewah, Jalan Kok Masih Rusak?
Saat itu, Al Amin mengantar R (11), siswa kelas V SD, pulang ke rumah.
Ketika melintasi turunan Jalan Gardu Tanjak, motor yang dikendarainya menghantam lubang hingga oleng.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR