GridOto.com - Pabrikan otomotif asal China mulai mengubah strategi ekspansi global mereka di tengah semakin ketatnya hambatan perdagangan di berbagai negara.
Kalau sebelumnya mengandalkan penjualan langsung kendaraan, kini banyak perusahaan mulai melirik model bisnis sewa kendaraan lintas negara atau cross-border leasing.
Melansir CarNewsChina, langkah ini muncul usai sejumlah pasar menerapkan tarif impor yang lebih tinggi, aturan kandungan lokal yang ketat, hingga berbagai kebijakan yang membuat ekspor kendaraan menjadi lebih sulit.
Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA), ekspor kendaraan China pada April 2026 mencapai 769.000 unit atau naik 80,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara selama Januari-April 2026, total ekspor kendaraan telah menyentuh 3,127 juta unit.
Menariknya, hampir setengah dari jumlah tersebut berasal dari kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), termasuk mobil listrik.
Dalam skema ekspor konvensional, produsen langsung menjual kendaraan kepada pembeli di luar negeri dan kepemilikan kendaraan berpindah tangan setelah transaksi selesai.
Namun melalui sistem leasing lintas negara, kepemilikan kendaraan tetap berada di tangan perusahaan asal China.
Baca Juga: Di Tengah Gempuran Mobil China, Suzuki Malah Ngebut Penjualan April 2026 Naik 33 Persen
Pengguna di negara tujuan cukup membayar biaya sewa secara berkala atau mencicil sesuai kontrak yang disepakati.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR