Lantas, tiba-tiba api mulai muncul di dasbor motornya.
"Kaki terasa panas dan api tiba-tiba muncul di dasbor, lalu mesin motor mati, tetapi motor masih bisa berjalan," katanya.
Ia mengatakan, saat melihat api mulai melahap motor, kendaraan itu langsung ditepikan.
Setelah itu, dia mencari bantuan kepada masyarakat sekitar.
"Kondisi jalan itu lumayan ramai, tetapi di sekeliling tidak ada orang yang berada di luar, jadi butuh beberapa waktu untuk mendapatkan bantuan," katanya.
Ia mengaku motor itu baru keluar dari bengkel satu minggu yang lalu.
Motor tersebut sebelumnya masuk bengkel selama dua minggu.
Baca Juga: Usai Insiden Motor TerbakarTak Boleh Pakai APAR, Layanan SPBU di Semarang Ini Tutup 2 Hari
"Sebelumnya motor saya habis dari bengkel seminggu yang lalu. Dua minggu sebelumnya motor sudah masuk ke bengkel. Ternyata banyak kerusakan sehingga diperbaiki selama dua minggu," ungkapnya.
Ia menuturkan, motor itu sudah dipakai sejak 2017 dalam kondisi baru.
Dirinya menjelaskan, motor tersebut sebelumnya digunakan ibunya untuk berangkat mengajar.
"Motor ini dibeli sejak 2017 dalam kondisi baru. Motor ini awalnya digunakan ibu saya, namun karena saya kuliah di UNS, saya gunakan untuk berangkat kuliah ke UNS," tutur dia.
Dia mengaku belum memiliki rencana setelah motor itu hangus terbakar.
Putri dari Tri Subagyo (44) dan Sulastri (39) itu kini masih berpikir langkah ke depan terkait sarana transportasi menuju tempat kuliahnya di Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS.
"Pasca kejadian ini, saya belum tahu akan diapakan karena kondisinya hancur. Termasuk untuk kuliah, saya juga belum kepikiran," pungkas dia.