DFSK E5 Plus Siap Untuk Pasar Indonesia, Begini Kata Bos DFSK Pusat

Wisnu Andebar - Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:01 WIB

Jajaran direksi DFSK saat acara peluncuran E5 Plus setir kanan di Hong Kong

GridOto.com - Model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terbaru DFSK yakni E5 Plus versi setir kanan atau right hand drive (RHD) resmi diperkenalkan dalam ajang 2026 International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong, Kamis (18/6/2026).

Kehadiran E5 Plus RHD menjadi langkah DFSK memperluas jajaran kendaraan energi baru ke negara-negara dengan konfigurasi setir kanan, termasuk Indonesia.

Amy Gong, President of DFSK menyebut Indonesia memiliki posisi penting dalam strategi global DFSK, bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai basis operasional utama di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia merupakan salah satu pasar utama DFSK, dan model strategis E5 Plus akan resmi diluncurkan di Indonesia dalam waktu dekat. Konsumen dan media Indonesia akan dapat melihat langsung kendaraan ini di GIIAS 2026,” ujar Amy Gong kepada GridOto.com di Hong Kong, Kamis (18/6/2026)

Menurutnya, Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan bisnis DFSK karena telah memiliki fasilitas manufaktur yang mendukung produksi kendaraan energi baru.

“Indonesia memiliki arti yang jauh lebih besar bagi DFSK dibandingkan hanya sebagai fasilitas produksi. Indonesia merupakan salah satu pijakan paling mapan dan strategis DFSK di AsiaTenggara,” kata Amy.

“Indonesia berperan sebagai basis manufaktur utama, pusat distribusi regional, sekaligus penggerak penting strategi transformasi elektrifikasi kami,” lanjutnya.

DFSK mengungkapkan fasilitas produksinya di Indonesia telah beroperasi sejak 2018 dan mengalami transformasi menuju era elektrifikasi dengan kemampuan produksi yang lebih maju.

Fasilitas tersebut dinilai mampu mendukung produksi kendaraan setir kanan seperti E5 Plus dengan tetap menjaga standar global dalam hal performa kendaraan, fitur pintar, hingga aspek lingkungan.

Dok. DFSK
Amy Gong, President of DFSK

Baca Juga: DFSK E5 PLUS Setir Kanan Debut di Hong Kong, Indonesia Jadi Target Berikutnya 

DFSK E5 Plus memiliki kemampuan untuk diproduksi melalui perakitan lokal sepenuhnya di Indonesia. Fasilitas ini sepenuhnya siap mendukung produksi massal kendaraan setir kanan seperti E5 Plus,” jelas Amy.

Sebelum diperkenalkan ke pasar Indonesia, DFSK juga memastikan E5 Plus telah melalui serangkaian pengujian lokal untuk menyesuaikan kendaraan dengan kondisi jalan, iklim, serta karakter penggunaan konsumen Tanah Air.

Selain itu, DFSK menyebut E5 Plus telah menyelesaikan proses sertifikasi yang dibutuhkan di Indonesia dan akan diperkenalkan secara resmi dalam waktu dekat.

Untuk pasar Indonesia, DFSK masih belum mengungkap detail harga maupun spesifikasinya.

Namun, perusahaan memastikan strategi harga akan disesuaikan agar teknologi kendaraan energi baru dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

“Kami bertujuan menghadirkan harga yang inklusif agar lebih banyak pengemudi dapat menikmati kemudahan teknologi energi baru dan teknologi pintar. Harga resmi untuk pasar Indonesia akan diumumkan saat peluncuran,” ujar Amy.

Dari sisi produk, E5 Plus membawa sejumlah teknologi yang menjadi andalan DFSK untuk bersaing di segmen PHEV Indonesia yang semakin berkembang.

Deputy General Manager Overseas Sales and Service Division DFSK, Joe Zhou, mengatakan E5 Plus dikembangkan dengan fokus pada kebutuhan penggunaan sehari-hari, khususnya bagi konsumen keluarga.

“E5 Plus dirancang untuk menjawab kebutuhan penggunaan sehari-hari dengan solusi kendaraan energi baru yang praktis dan berkualitas tinggi,” ujar Joe.

Menurutnya, salah satu keunggulan E5 Plus terletak pada kombinasi teknologi pintar, ruang kabin, efisiensi, serta kenyamanan berkendara.

Mobil ini dibekali fitur seperti kontrol suara dalam bahasa Inggris dan Indonesia, sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut atau L2 ADAS, serta teknologi transparent chassis untuk membantu meningkatkan visibilitas pengemudi.

Dari sisi kenyamanan, DFSK membekali E5 Plus dengan lebih dari 300 penyempurnaan NVH (Noise, Vibration, Harshness), sistem audio sky-sound 13 speaker, serta suspensi adaptif FSD yang diklaim mampu memberikan kenyamanan lebih baik di berbagai kondisi jalan.

Untuk sistem penggerak, E5 Plus mengandalkan teknologi SERES Super Hybrid System yang menggabungkan kemampuan kendaraan listrik dengan fleksibilitas mesin pembakaran internal.

Berdasarkan spesifikasi global, E5 Plus memiliki kapasitas baterai maksimum 25,3 kWh dengan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik murni hingga 135 km berdasarkan pengujian WLTP.

Sementara jarak tempuh kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik mencapai hingga 1.200 km berdasarkan standar WLTP.

Dari sisi konsumsi bahan bakar, angkanya tercatat 5,7 liter per 100 km.

“SERES Super Hybrid System pada E5 Plus memungkinkan pengalaman berkendara listrik murni yang halus dan senyap untuk penggunaan harian di perkotaan, sekaligus memberikan kemampuan jarak jauh yang mengurangi kekhawatiran terkait jangkauan,” jelas Joe.

DFSK melihat teknologi PHEV memiliki peluang besar di Indonesia karena mampu menjadi solusi transisi menuju elektrifikasi.

Menurut DFSK, karakter geografis Indonesia dan perkembangan infrastruktur pengisian daya membuat konsumen masih membutuhkan kendaraan yang mampu memberikan efisiensi listrik sekaligus fleksibilitas perjalanan jauh.

“Kami percaya teknologi PHEV merupakan solusi yang sangat sesuai untuk pasar Indonesia saat ini. Teknologi ini mampu menyeimbangkan tiga kebutuhan utama, yakni biaya penggunaan rendah melalui berkendara listrik di perkotaan, jangkauan perjalanan jauh tanpa kekhawatiran, serta pengalaman berkendara yang lebih modern melalui teknologi pintar,” ujar Joe.

Meski pasar PHEV Indonesia semakin kompetitif dengan hadirnya sejumlah pemain baru, DFSK menilai pertumbuhan segmen ini sebagai peluang positif bagi perkembangan kendaraan energi baru.

“Perkembangan segmen kendaraan elektrifikasi di Indonesia merupakan tren positif yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi konsumen melalui peningkatan kesadaran, percepatan adopsi, dan pengembangan infrastruktur,” kata Joe.

Terkait target penjualan E5 Plus setelah meluncur di Indonesia, DFSK belum menetapkan angka yang akan diumumkan ke publik.

“Kami belum memiliki target penjualan publik untuk dibagikan saat ini. Namun, kami yakin E5 Plus dengan kemampuan produk yang komprehensif akan mendapatkan pengakuan positif dari pasar dan konsumen,” ujar Amy.

Sementara mengenai rencana peningkatan investasi, termasuk pengembangan produksi kendaraan listrik dan rantai pasok lokal, DFSK masih menyimpan informasi tersebut hingga waktu yang tepat.

“Kami akan membagikan informasi lebih lanjut pada waktu yang tepat,” ujar Amy.

Dengan kehadiran E5 Plus RHD, DFSK berharap dapat memperkuat posisi di pasar kendaraan energi baru Indonesia sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat penting dalam strategi elektrifikasi globalnya.

YANG LAINNYA