Unggahan tersebut kemudian menyebar cepat dan dibagikan ulang oleh sejumlah pengguna media sosial.
Kabar itu memicu kekhawatiran masyarakat karena berkaitan dengan dugaan aksi begal di wilayah Pringsewu.
Polres Pringsewu tetap melakukan penelusuran meski tidak menerima laporan resmi dari pihak yang mengaku sebagai korban.
Polisi menilai informasi yang beredar telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada IH dan istrinya.
Dari hasil pendalaman, polisi menemukan cerita pembegalan tersebut tidak benar.
Rosali mengatakan, IH akhirnya mengakui bahwa Honda BeAT tersebut bukan hilang karena dibegal.
Motor matic itu telah dijual oleh IH dan uang hasil penjualannya kemudian digunakan untuk bermain judi online.
"Cerita pembegalan dibuat untuk menutupi perbuatannya dari istrinya," ungkap Rosali, (15/6/26) mengutip TribunLampung.co.id.