GridOto.com - Muhammad Kiandra Ramadhipa sukses mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdananya di ajang Moto3 Junior World Championship 2026 saat balapan di Sirkuit Estoril, Portugal, Minggu lalu (14/6/2026).
Pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini tampil cerdas sepanjang balapan sebelum akhirnya merebut kemenangan dramatis pada lap terakhir.
Ternyata, keberhasilan Ramadhipa finis pertama bukan hanya berkat kecepatan motor dan kemampuan balapnya, tetapi juga hasil dari strategi yang sudah disiapkan sejak awal lomba.
Dalam wawancara secara daring dengan GridOto, Ramadhipa mengungkapkan salah satu fokus utama tim saat balapan adalah menjaga kondisi ban agar tetap optimal hingga lap-lap penentuan.
Pasalnya, kondisi cuaca di Estoril saat balapan berlangsung cukup panas dan berpotensi mempercepat penurunan performa ban.
Baca Juga: Kalahkan Hasil Veda, Kiandra Ramadhipa Menang di Moto3 Junior Portugal
"Kalau strategi kemarin tentunya menghemat ban karena cuaca cukup panas untuk menyimpan performa ban di lap-lap terakhir," buka Rama.
Selain menjaga ban, pembalap asal Yogyakarta tersebut juga berusaha tetap berada di rombongan depan sejak awal balapan.
Menurutnya, posisi di depan sangat penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi selama lomba, termasuk jika balapan harus dihentikan akibat red flag.
"Saya mencoba tetap stay di depan karena kemungkinan ada red flag, dan juga untuk mempersiapkan lap terakhir," jelasnya.
Meski sempat beberapa kali kehilangan posisi akibat ketatnya persaingan di grup depan, Ramadhipa tetap mampu menjaga ritme dan bertahan bersama para kandidat pemenang.
Puncaknya terjadi pada lap terakhir. Saat memasuki sektor akhir Sirkuit Estoril, Ramadhipa mulai menjalankan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya.
Baca Juga: Banyak yang Bingung, Ini Bedanya Kejuaraan Moto3 Junior dengan Moto3
"Di lap terakhir saya coba overtake di titik yang saya rasa cukup kuat, lalu berusaha mempertahankan posisi sampai garis finis," ungkap Ramadhipa.
Pembalap berusia 16 tahun itu juga mengaku memanfaatkan keunggulan motornya di trek lurus untuk mempertahankan posisi terdepan dari tekanan para rival.
"Karena saya rasa motor saya cukup kuat di trek lurus, jadi saya mencoba memanfaatkan itu," lanjutnya.
Selain strategi balap, Ramadhipa juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental saat bertarung memperebutkan kemenangan.
Menurutnya, tekanan pada lap-lap akhir membuat detak jantung meningkat drastis sehingga pembalap harus tetap tenang agar bisa mengambil keputusan dengan tepat.
"Saat fight seperti itu heart rate pasti tinggi. Saya mencoba tetap mengatur pernapasan supaya bisa tetap berpikir jernih," katanya.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Blak-Blakan Kelebihan dan Kekurangan Motor Honda Moto3
Ia juga menyebut kondisi fisik menjadi salah satu faktor penting yang membantunya tampil kompetitif hingga lap terakhir.
Selama balapan, Ramadhipa terus memantau performa motornya dengan membandingkan kecepatan terhadap para rival di grup depan.
Dari situ, ia semakin yakin memiliki peluang untuk menyerang di lap terakhir.
"Saya mengukur performa motor saya dengan rider lain dan melihat pace yang saya lakukan selama balapan cukup bagus," tutupnya.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR