Laporan Utama: Efek Krisis BBM, Saatnya Mobil Irit Unjuk Gigi

Naufal Nur Aziz Effendi - Sabtu, 6 Juni 2026 | 19:00 WIB

kendaraan irit mulai unjuk gigi di tengah krisis BBM, salah satunya Toyota Veloz Hybrid

GridOto.com - Kondisi politik global saat ini, yang ditandai dengan konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, memiliki dampak signifikan terhadap penjualan mobil, secara global maupun di Indonesia.

Tren utama menunjukkan adanya tantangan daya beli, pergeseran ke kendaraan listrik (EV), dan fluktuasi pasar akibat ketegangan politik.

Meskipun pasar otomotif secara keseluruhan menurun, penjualan kendaraan listrik (EV) di Indonesia justru menunjukkan peningkatan, didorong harga semakin terjangkau.

GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mencatat sinyal positif pada Februari 2026, di mana penjualan mobil ritel sempat meningkat 6,9% dibanding periode sebelumnya.

Pabrikan semakin berlomba untuk memproduksi mobil dengan tingkat efisiensi penggunaan BBM yang tinggi. Salah satunya model hybrid.

Sejauh mana dampak krisis global ini akan mendorong penggunaan kendaraan irit, berikut laporannya. (Wisnu, Naufal, Hend)

Penjualan EV Tunjukkan Kenaikan

Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia menunjukkan tren kenaikan pada Februari 2026.

Berdasarkan data wholesales dari GAIKINDO, total distribusi mobil listrik dari pabrik ke dealer mencapai 12.272 unit dalam satu bulan.

Baca Juga: Ketegangan di Timur Tengah Berpotensi Sebabkan Krisis BBM, EV Dinilai Jadi Opsi Menarik

Angka tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebanyak 10.236 unit.

Kenaikan ini menandakan permintaan kendaraan listrik di pasar domestik masih terus bertumbuh, sekaligus menunjukkan produsen mulai meningkatkan suplai untuk mengimbangi permintaan.

Seiring dengan meningkatnya penjualan, kapasitas produksi kendaraan listrik juga ikut didongkrak.

Data yang sama mencatat produksi BEV di dalam negeri mencapai 5.334 unit pada Februari 2026, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.

Dari sisi merek, BYD menjadi pemain dengan penjualan tertinggi pada Februari 2026. Pabrikan asal Cina tersebut mencatat wholesales sebanyak 4.653 unit hanya dalam satu bulan.

Secara kumulatif sejak Januari 2026, penjualan BYD sudah mencapai 9.532 unit.

Sementara itu, merek Jaecoo juga menunjukkan performa yang cukup menonjol. Salah satu modelnya, Jaecoo J5 Premium, mencatat penjualan sebanyak 2.926 unit pada Februari 2026.

Jika dihitung secara kumulatif sejak awal tahun, total wholesales Jaecoo sudah mencapai 4.868 unit.

Radityo Herdianto / GridOto.com
JAECOO J5 EV

Baca Juga: Bisa Jadi Andalan Saat Krisis BBM, JAECOO J5 EV Bisa Seirit Ini

Di posisi berikutnya, Wuling Motors juga berhasil menembus angka penjualan di atas 1.000 unit dalam satu bulan.

Pada Februari 2026, wholesales mobil listrik Wuling tercatat sebanyak 1.124 unit, dengan total kumulatif tahun berjalan mencapai 1.992 unit.

Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan peningkatan penjualan dari Januari ke Februari mencapai sekitar 20 persen.

Tren ini sejalan dengan pertumbuhan pasar otomotif nasional pada periode yang sama.

Selain Wuling, merek Geely juga berhasil melampaui penjualan 1.000 unit pada Februari 2026.

Pencapaian ini semakin memperketat persaingan di segmen kendaraan listrik yang saat ini semakin ramai di pasar otomotif Indonesia.

“Harga BBM naik atau tidak, Geely tetap menghadirkan solusi mobilitas yang lebih hemat dan berkelanjutan," jelas Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia.

Menurut Joso, panggilannya, untuk kebutuhan harian, kendaraan elektrifikasi seperti EV dan PHEV terbukti mampu menekan biaya operasional hingga 50%-70% dibandingkan kendaraan konvensional.

“Kami memahami bahwa setiap konsumen memiliki kesiapan yang berbeda dalam beralih ke elektrifikasi," jelasnya.

Karena itu, Geely menghadirkan pilihan teknologi yang fleksibel, mulai dari EV hingga PHEV, agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Baca Juga: Solusi Mobilitas Geely, Tekan Biaya Operasional Hingga 70 Persen

Didukung teknologi dan sistem keamanan baterai yang canggih, kendaraan elektrifikasi Geely kini mampu menempuh jarak cukup jauh.

Geely EX5 dapat menempuh hingga 495 km, Geely EX2 mencapai 395 km, sementara Geely Starray EM-i memiliki jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km dalam satu kali pengisian bensin dan daya.

Seluruhnya telah dilengkapi teknologi fast charging, menjadikannya pilihan praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Produsen Xpeng menilai, krisis energi terutama dari sisi minyak bumi memberikan indikasi pentingnya energi alternatif terbarukan.

Salah satunya adalah BEV yang mana memberikan lebih banyak alterinatif terhadap pasokan listriknya.

"Dari sisi biaya operasional (cost of ownership) dan biaya kepemilikan kendaraan (harga beli) yang ekonomis. Hal ini terkait pada perangkat penggerak kendaraan yang lebih compact dibandingkan kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) dan juga hybrid," jelas Hari Arifianto, Vice President (VP) Marketing Xpeng Indonesia.

Komit Ke Teknologi Elektrifikasi

Toyota Astra Motor (TAM) sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menahan kenaikan harga BBM pasca kenaikan harga minyak mentah.

"Sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional," ungkap Philardi 'Ogy' Sobari, Head of Public Relations PT TAM.

Baca Juga: Toyota Perkuat Komitmen Elektrifikasi di IIMS 2026 Lewat Kehadiran New Veloz Hybrid EV

Hingga saat ini, menurut Ogy, pihaknya belum melihat adanya dampak langsung dari konflik tersebut terhadap kondisi di Indonesia.

"Sehingga dari sisi permintaan masyarakat, juga belum terlihat adanya pergeseran yang signifikan," jelasnya.

Namun demikian, untuk ke depannya, Toyota tetap berkomitmen untuk mengedepankan teknologi yang ramah terhadap penggunaan bahan bakar fosil.

"Hal ini diwujudkan melalui kehadiran berbagai teknologi elektrifikasi. Toyota terus mendukung langkah kolektif bersama pemerintah dan industri dalam mengurangi konsumsi BBM berbasis fosil," jelas Ogy.

Mulai dari Hybrid EV, Plug-In Hybrid EV, Battery EV, hingga pemanfaatan biofuel baik pada kendaraan diesel maupun gasoline.

Toyota sendiri telah memiliki model untuk Hybrid EV seperti Innova Zenix dan Veloz.

Sementara untuk model Plug-in Hybrid EV seperti Toyota RAV4 GR Sport PHEV dan Prius PHEV. Serta model BEV seperti Toyota bZ4X.

Ia berharap keadaan positif ini bisa terus bertahan di tengah dinamika nasional maupun internasional yang terus bergerak.

Rayhan Haikal/GridOto.com
Toyota bZ4X spek CKD.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memastikan akan meluncurkan mobil hybrid terbaru di Tanah Air.

Kendaraan tersebut, kata mereka, akan melakoni debutnya pada semester kedua tahun ini.

Kepastian mobil hybrid Mitsubishi meluncur di Indonesia tahun ini disampaikan Atsushi Kurita Presiden Direktur PT MMKSI.

Namun sayangnya, Atsushi Kurita belum mau membuka lebar infonya.

Sekadar diketahui, sebelumnya di Thailand, Mitsubishi telah meluncurkan Xpander Hybrid dan Xforce Hybrid dengan harga mulai dari 899.000 hingga 939.000 Baht (sekitar Rp 480-500 jutaan).

Model ini menawarkan efisiensi bahan bakar tinggi, diklaim 20-22 km/liter untuk Xpander dan mengusung teknologi canggih seperti sistem Full Hybrid dan Active Yaw Control.

Apakah tipe ini yang akan meluncur tahun ini? Kita lihat saja.

Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 48-XXXV 11 April 2026

YANG LAINNYA