Baca Juga: Solusi Mobilitas Geely, Tekan Biaya Operasional Hingga 70 Persen
Didukung teknologi dan sistem keamanan baterai yang canggih, kendaraan elektrifikasi Geely kini mampu menempuh jarak cukup jauh.
Geely EX5 dapat menempuh hingga 495 km, Geely EX2 mencapai 395 km, sementara Geely Starray EM-i memiliki jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km dalam satu kali pengisian bensin dan daya.
Seluruhnya telah dilengkapi teknologi fast charging, menjadikannya pilihan praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Produsen Xpeng menilai, krisis energi terutama dari sisi minyak bumi memberikan indikasi pentingnya energi alternatif terbarukan.
Salah satunya adalah BEV yang mana memberikan lebih banyak alterinatif terhadap pasokan listriknya.
"Dari sisi biaya operasional (cost of ownership) dan biaya kepemilikan kendaraan (harga beli) yang ekonomis. Hal ini terkait pada perangkat penggerak kendaraan yang lebih compact dibandingkan kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) dan juga hybrid," jelas Hari Arifianto, Vice President (VP) Marketing Xpeng Indonesia.
Komit Ke Teknologi Elektrifikasi
Toyota Astra Motor (TAM) sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menahan kenaikan harga BBM pasca kenaikan harga minyak mentah.
"Sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional," ungkap Philardi 'Ogy' Sobari, Head of Public Relations PT TAM.
Baca Juga: Toyota Perkuat Komitmen Elektrifikasi di IIMS 2026 Lewat Kehadiran New Veloz Hybrid EV
Hingga saat ini, menurut Ogy, pihaknya belum melihat adanya dampak langsung dari konflik tersebut terhadap kondisi di Indonesia.
"Sehingga dari sisi permintaan masyarakat, juga belum terlihat adanya pergeseran yang signifikan," jelasnya.
Namun demikian, untuk ke depannya, Toyota tetap berkomitmen untuk mengedepankan teknologi yang ramah terhadap penggunaan bahan bakar fosil.
"Hal ini diwujudkan melalui kehadiran berbagai teknologi elektrifikasi. Toyota terus mendukung langkah kolektif bersama pemerintah dan industri dalam mengurangi konsumsi BBM berbasis fosil," jelas Ogy.
Mulai dari Hybrid EV, Plug-In Hybrid EV, Battery EV, hingga pemanfaatan biofuel baik pada kendaraan diesel maupun gasoline.
Toyota sendiri telah memiliki model untuk Hybrid EV seperti Innova Zenix dan Veloz.
Sementara untuk model Plug-in Hybrid EV seperti Toyota RAV4 GR Sport PHEV dan Prius PHEV. Serta model BEV seperti Toyota bZ4X.
Ia berharap keadaan positif ini bisa terus bertahan di tengah dinamika nasional maupun internasional yang terus bergerak.
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memastikan akan meluncurkan mobil hybrid terbaru di Tanah Air.
Kendaraan tersebut, kata mereka, akan melakoni debutnya pada semester kedua tahun ini.
Kepastian mobil hybrid Mitsubishi meluncur di Indonesia tahun ini disampaikan Atsushi Kurita Presiden Direktur PT MMKSI.
Namun sayangnya, Atsushi Kurita belum mau membuka lebar infonya.
Sekadar diketahui, sebelumnya di Thailand, Mitsubishi telah meluncurkan Xpander Hybrid dan Xforce Hybrid dengan harga mulai dari 899.000 hingga 939.000 Baht (sekitar Rp 480-500 jutaan).
Model ini menawarkan efisiensi bahan bakar tinggi, diklaim 20-22 km/liter untuk Xpander dan mengusung teknologi canggih seperti sistem Full Hybrid dan Active Yaw Control.
Apakah tipe ini yang akan meluncur tahun ini? Kita lihat saja.
Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 48-XXXV 11 April 2026