GridOto.com - PT Honda Prospect Motor (HPM) menargetkan seluruh unit Honda Prelude jatah tahun 2026 sebanyak 150 unit dapat dikirim ke konsumen paling lambat Oktober 2026.
Target tersebut disampaikan bersamaan dengan seremoni penyerahan 20 unit pertama Honda Prelude kepada konsumen di Jakarta, Sabtu (23/5/2026), sekitar empat bulan setelah mobil sport hybrid dua pintu tersebut resmi diperkenalkan di Indonesia.
Sales & Marketing and Aftersales Director HPM, Yusak Billy, mengatakan distribusi Prelude akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kuota tahun ini terpenuhi.
“Jadi yang diserahkan ke konsumen baru 20. Dan 150 itu rencananya akan selesai sampai Oktober 2026 pengirimannya,” ujar Billy di Jakarta belum lama ini.
Tingginya minat konsumen terhadap Prelude membuat kuota yang diberikan Honda Motor untuk Indonesia langsung terserap dalam waktu singkat.
Bahkan, jumlah pemesanan saat ini sudah mencapai 287 unit, jauh melampaui alokasi yang tersedia untuk tahun ini.
Billy menjelaskan, pada awalnya Indonesia hanya mendapatkan kuota 40 unit Honda Prelude.
Namun karena seluruh unit langsung habis dipesan pada hari pertama, HPM mengajukan tambahan kuota ke Honda Motor Japan.
“Kuota kami di tahun ini seperti yang pertama saya bicarakan, pertama itu hanya 40, kemudian kita request, karena hari pertama langsung habis dan kami minta nambah jadi 100, diberikan,” jelasnya.
Baca Juga: Kilas Balik Potensi Performa Honda Prelude Yang Laris Di Indonesia
Permintaan yang terus mengalir membuat HPM kembali meminta tambahan alokasi.
Hasilnya, Honda Motor Jepang kembali memberikan tambahan 50 unit sehingga total kuota Prelude untuk pasar Indonesia tahun ini menjadi 150 unit.
“Terus kami request ke Honda Motor Japan dan itu diberikan lagi tambahan 50, jadi tahun ini kuota yang diberikan untuk Indonesia itu 150,” lanjut Billy.
Meski kuota sudah ditambah, jumlah pesanan masih lebih tinggi dibandingkan unit yang tersedia.
Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen harus menunggu hingga tahun depan untuk menerima kendaraan pesanannya.
“Jadi masih ada 137 SPK yang tidak terdelivery tahun ini karena tadi total SPK 287, sedangkan kuota tahun ini hanya diberikan kuota 150. Sehingga masih ada 137 SPK yang akan ter-carry over tahun depan,” ungkap Billy.
Untuk mempercepat pemenuhan pesanan, HPM mengaku akan terus berkoordinasi dengan Honda Motor agar peluang penambahan kuota tetap terbuka.
“Dan nanti kita akan bekerja sama ya dan koordinasi dengan Honda Motor juga, kita bisa refresh untuk menambah kuota supaya konsumennya tidak menunggu lama-lama lagi sampai tahun depan kira-kira seperti itu,” tambahnya.
Sebagai informasi, Honda Prelude dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 974,9 juta on the road Jakarta.
Indonesia juga menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memasarkan Prelude generasi keenam berkode BF1 tersebut.