Permintaan yang terus mengalir membuat HPM kembali meminta tambahan alokasi.
Hasilnya, Honda Motor Jepang kembali memberikan tambahan 50 unit sehingga total kuota Prelude untuk pasar Indonesia tahun ini menjadi 150 unit.
“Terus kami request ke Honda Motor Japan dan itu diberikan lagi tambahan 50, jadi tahun ini kuota yang diberikan untuk Indonesia itu 150,” lanjut Billy.
Meski kuota sudah ditambah, jumlah pesanan masih lebih tinggi dibandingkan unit yang tersedia.
Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen harus menunggu hingga tahun depan untuk menerima kendaraan pesanannya.
“Jadi masih ada 137 SPK yang tidak terdelivery tahun ini karena tadi total SPK 287, sedangkan kuota tahun ini hanya diberikan kuota 150. Sehingga masih ada 137 SPK yang akan ter-carry over tahun depan,” ungkap Billy.
Untuk mempercepat pemenuhan pesanan, HPM mengaku akan terus berkoordinasi dengan Honda Motor agar peluang penambahan kuota tetap terbuka.
“Dan nanti kita akan bekerja sama ya dan koordinasi dengan Honda Motor juga, kita bisa refresh untuk menambah kuota supaya konsumennya tidak menunggu lama-lama lagi sampai tahun depan kira-kira seperti itu,” tambahnya.
Sebagai informasi, Honda Prelude dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 974,9 juta on the road Jakarta.
Indonesia juga menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memasarkan Prelude generasi keenam berkode BF1 tersebut.