"Koordinator pelaku memberikan uang bulanan Rp250 ribu kepada oknum pengawas SPBU dan Rp10 ribu masing-masing kepada oknum operator setiap kali melaksanakan aksinya," katanya.
Sementara itu, pelaku membeli BBM bersubsidi dengan kendaraan yang sama namun gonta-ganti barcode untuk mengelabui sistem.
Total terdapat empat mobil yang diamankan dan 49 barcode untuk pengisian BBM bersubsidi.
Polisi juga mengamankan satu unit truk tangki yang digunakan untuk membawa solar untuk dijual ke sejumlah pihak.
"Motif para tersangka ini adalah memperoleh keuntungan ekonomi dengan memanfaatkan selisih harga. BBM bersubsidi diperjual belikan kembali dengan harga non subsidi," katanya.