Selain Debu dan Silau Matahari, Ahli Safety Ingatkan Cuaca Ekstrem Bisa Ancam Nyawa Lewat Hal Ini

Dida Argadea - Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:00 WIB

ilustrasi lcuca panas siang hari

"Ketika ada pengendara lain yang memotong jalur secara tiba-tiba di kawasan komersial mangkang Semarang atau Alun-alun Pati, kita tidak hanya terlambat mengerem, tetapi emosinya akan meledak seketika. Bahkan berpotensi kita kehilangan kendali atas diri kita sendiri," papar Oke.

Untuk menjinakkan dampak buruk cuaca ekstrem ini, Oke pun berbagi tips soal teknik berkendara defensif yang menitikberatkan pada pengelolaan kondisi fisik.

Masih menurut Oke, langkah pencegahan harus dimulai dengan pemenuhan hidrasi tubuh dengan meminum air putih yang cukup sebelum berkendara.

Selain itu memilih pakaian harus tepat di tengah cuaca yang panas, jaket dengan ventilasi udara yang baaik itu wajib hukumnya.

"Hindari jaket plastik atau parasit tebal yang justru memerangkap panas tubuh di dalam. Gunakan selalu kaca helm (visor) berwarna gelap atau gunakan kacamata pelindung untuk mengurangi kelelahan mata akibat silau aspal," terangnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan soal manajemen waktu dan istirahat yang tidak boleh diabaikan.

Pemotor sangat direkomendasikan untuk menepi dan beristirahat setiap dua jam perjalanan, SPBU atau warung bisa jadi pilihan bagus untuk menurunkan suhu tubuh.

Jika memungkinkan, hindari pula berkendara pada puncak panas bumi antara pukul 11.30 hingga 13.30.

Terakhir, Oke mengingatkan bahwa kesiapan mental dan kestabilan emosi adalah pelindung terpenting selama di perjalanan.

"Grip ban yang paling mahal sekalipun tidak akan pernah berguna jika kita kehilangan 'grip' atau kendali atas emosi diri sendiri. Di bawah terik aspal Jawa Tengah akhir Mei ini, tingkatkan kesabaran kita satu level di atas biasanya. Ingat, ada keluarga yang menanti Anda pulang dengan selamat," pesan Oke.

YANG LAINNYA