Laporan Utama: Pasar Menggeliat, Mobil Listrik Bekas Mulai Dicari

Naufal Nur Aziz Effendi - Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ilustrasi mobil listrik bekas

GridOto.com - Mobil listrik bekas mulai jadi alternatif untuk aktivitas harian. Geliatnya terpantau di beberapa showroom besar mobil bekas.

Di beberapa lokasi seperti Mangga Dua Square, Pasar Mobil Kemayoran (MGK), maupun showroom pribadi di Jakarta Timur menunjukkan adanya permintaan cukup baik.

Di pusat pasar mobil bekas Kemayoran misalnya, geliat itu kelihatan. Meski belum sebanyak mobil konvensional.

Menurut Andi, pemilik diler Jordy Mobil MGK Kemayoran, Jakarta Pusat menyebut mobil listrik memiliki segmen pembeli tersendiri di pasar mobil bekas.

“Ada peminat yang memang mencari mobil listrik seken,” kata Andi kepada OTOMOTIF, Jumat (6/3/2026).

Ia menyebut beberapa model mobil listrik mulai muncul di pasar mobil bekas, dengan harga yang cukup kompetitif dibandingkan unit barunya.

Pemain lainnya Focus Motor di Bursa Mobil Bekas Mangga Dua Square, Jakarta Utara juga demikian. Menurut Agustinus, owner Focus Motor pihaknya menjual rata-rata 40 unit sebulan.

“Ada tren positif konsumen mencari mobil listrik bekas,” kata Agus, panggilannya.

Ada beberapa brand dan model yang menjadi incaran konsumen. Menurut penyuka gym ini, mayoritas konsumen mencari Denza.

Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Bekas Mulai Ramai, Tapi Konsumen Paling Khawatir Soal Ini

“Juga produk premium seperti BMW iX. Lainnya yang juga cukup banyak ditanya BYD dan Wuling," jelas Agus.

Andi menambahkan semakin bertambahnya populasi mobil listrik di Indonesia, bukan tidak mungkin pasar mobil listrik bekas akan ikut berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Di showroom lainnya di Jakarta Timur pun demikian. Seperti showroom Auto ZIR sudah tak memiliki stok mobil listrik.

Owner-nya Kemal Arfan, menyebut stok mobil listrik di showroom-nya habis terjual dalam waktu singkat.

“Masih cari unit lainnya,” ujar Kemal yang berlokasi di Duren Sawit ini kepada OTOMOTIF, Rabu (4/3/2026).

Ia mengaku menjual beberapa model mobil listrik dari berbagai merek.

Di antaranya Wuling Air ev sebanyak tiga unit, BYD Sealion 7 tiga unit, BYD Atto 3 satu unit, serta Wuling Cloud EV Pro dua unit.

Menurutnya, meningkatnya minat mobil listrik bekas tidak lepas dari berbagai faktor operasional yang diperhitungkan konsumen.

Wuling
Ilustrasi mobil listrik bekas

Baca Juga: Harga BBM Naik, Mobil Listrik Bekas Mulai Dianggap 'Sexy' Oleh Konsumen

“Pajak mobil naik, bensin bakal mahal, dolar menguat, rupiah bakal remuk dan insentif bebas ganjil genap,” ujarnya.

Di sisi lain, pasar mobil listrik bekas juga mulai menemukan titik harga yang dinilai lebih realistis dibanding sebelumnya.

“Mobil listrik masih mencari harga bekas yang depresiasinya enggak besar,” jelas Kemal.

Ia mengakui, beberapa waktu lalu banyak showroom masih ragu menjual mobil listrik bekas karena nilai depresiasinya dianggap terlalu dalam.

Namun kondisi tersebut mulai berubah sejak akhir 2025 lalu.

“Sejak akhir tahun lalu tren mobil listrik bekas naik,” kata Kemal.

Adapun harga mobil listrik bekas yang sempat dijual di showroom-nya masih terbilang bervariasi tergantung model dan tahun produksi. (Adam, Wisnu, Hend)

Tips Beli Mobil Listrik Bekas

Penggunaan jasa inspeksi atau beli di showroom bergaransi bisa jadi pilihan terbaik saat beli mobil listrik bekas.

Baca Juga: Showroom Ungkap Alasan Mobil Listrik Bekas Mulai Diburu Konsumen

Secara pengecekan ada beberapa hal yang berbeda antara mobil listrik dan konvensional. Dengan menggunakan jasa pihak yang lebih paham akan meminimalisir dampak kerugian.

"Ya sebaiknya kalau membeli di perorangan gunakan jasa inspeksi saja. Kisaran biayanya antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu," jelas Agustinus, owner Focus Motor.

Agus mengatakan membeli mobil itu pilihan jangka menengah dan panjang, sehingga mendapatkan mobil yang layak pakai sangat penting.

Ia mengatakan pada mobil listrik ada faktor risiko seperti kondisi baterai dan komponen listrik. Sehingga menurutnya, kadang awam tidak bisa mendeteksi kondisi yang ada di dalamnya.

Menurut Agus, pada kendaraan listrik fokus pemeriksaan umumnya menitikberatkan pada kondisi baterai, sistem pendingin, dan koneksi kelistrikan bertegangan tinggi.

"Terutama kesehatan baterai, kondisinya harus di atas 80 persen," jelasnya.

Jika tidak ingin menggunakan jasa inspeksi, maka membeli di showroom bergaransi bisa jadi alternatif.

Menurut Agus, di Focus Motor konsumen bisa mendapatkan unit yang layak pakai dan bergaransi. "Pembeli di sini ada garansi selama 5 tahun untuk baterainya," jelas Agus.

Hendra/GridOto
Agus, Owner Focus Motor kasih tips beli mobil bekas

Baca Juga: Nggak Nyangka Segini Depresiasi Mobil Listrik Bekas Denza D9

 Dihantui Resale Value

Salah satu yang menjadi kendala buat mobil listrik adalah kekhawatiran resale value. Yang namanya mobil bekas, sudah pasti akan terjadi depresiasi alias harga bakal turun.

“Namun sebagian masih beranggapan turunnya lebih tinggi bagi mobil listrik,” ungkap Maulana pemilik showroom mobil bekas Kusuma Motor di Tangerang, Banten.

Maulana menyatakan ada banyak faktor yang membuat harga bekas mobil listrik itu turun tajam.

"Ketakutan konsumen soal kondisi masa pakai baterai dan garansinya. Kan harga baterai EV setengah harga mobil itu sendiri," paparnya.

Selain itu, menurutnya mobil listrik mirip dengan smartphone. Tiap waktu ada model yang baru.

“Tiap bulan ada saja produk baru. Fitur dan harganya juga kompetitif,” bilangnya.

Hal lain dicermati pedagang adalah fluktuasi harga baru mobil listrik.

"APM mobil listrik juga nurunin harga tiba-tiba, misal Air EV dulunya sempat di angka Rp 300 juta, tiba-tiba muncul tipe Lite, dengan harga di bawah Rp 200 jutaan, Ini tentu mempengaruhi harga jual mobil bekasnya," ucap Maulana.

Meski demikian, masih ada mobil listrik bekas yang harganya tetap terjaga.

Baca Juga: Depresiasi Mobil Listrik Bekas, Bisa Turun Segini di Tahun Pertama

"Hyundai Ioniq 5 itu yang bertahan harganya di angka Rp 500 juta,” tutupnya.

Daftar Harga Mobil Listrik Bekas

Dirangkum dari beberapa showroom, berikut ini daftar harga mobil listrik.

  1. Wuling Air EV (2022-2024): Rp 70 juta – Rp 155 jutaan
  2. Wuling Binguo EV (2024): Rp 177 juta – Rp 210 jutaan
  3. DFSK Seres E1 (2023-2024): Rp 142 jutaan
  4. VinFast VF3: Rp 180 jutaan
  5. Hyundai Ioniq Electric (2020-2022): Rp 420 jutaan
  6. Hyundai Ioniq 5 (2023-2024): Rp 400 juta – Rp 590 jutaan
  7. Nissan Leaf (2021-2023): Rp 295 juta – Rp 550 jutaan
  8. NETA V (2024): Rp 230 jutaan
  9. BYD Atto 3: Rp 500 juta – Rp 600 jutaan
  10. BYD Sealion 7: Rp 600 jutaan
  11. Denza D9: Rp 800 juta – Rp 1,05 miliar
  12. BMW i4 / iX / i5: Rp 900 juta – Rp 1,2 miliar

Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 45-XXXV 19 Maret 2026

YANG LAINNYA