Jakarta Barat Zona Merah, Begal dan Maling Motor Bersenjata Celurit Sampai Pistol Merajalela

Irsyaad W - Kamis, 14 Mei 2026 | 09:00 WIB

Penangkapan pelaku begal bersenjata celurit di exit tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, (23/4/26) lalu

Korban disebut mengalami luka bacok serta kehilangan motor, tas, dompet, dan ponsel.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha mengatakan, pihaknya tetap menyelidiki kasus tersebut meski korban belum membuat laporan polisi.

"Meski belum ada laporan, tetap kami dalami karena kejadian ini meresahkan masyarakat," ujar Aqsha.

Kasus lain terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, (26/4/26) malam.

Baca Juga: Kena Begal Hipnotis di Kebon Jeruk, Pemilik Alva Cervo Berhasil Lacak Motor Listriknya Pakai Taktik Ini

Komplotan pencuri motor diduga melepaskan tembakan saat aksinya dipergoki warga.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Rahmat mengatakan, pelaku gagal membawa kabur motor karena lebih dulu ketahuan warga.

"Jadi mereka belum sampai ke sasaran, kepergok, langsung dikejar sama warga," kata Rahmat.

Polisi masih mendalami jenis senjata yang digunakan pelaku karena belum ditemukan proyektil maupun barang bukti lain.

"Kalau letusan kan bisa jadi letusan senjata mainan, kan enggak tahu. Kecuali kalau kita nemu proyektilnya," ujar dia.

Sebelumnya, seorang pelaku begal bersenjata tajam berhasil ditangkap warga bersama polisi di kawasan pintu keluar Tol Rawa Buaya, Cengkareng, (22/4/26).

Menurut Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni, pelaku menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura menanyakan alamat kepada korban yang sedang berhenti di pinggir jalan.

Saat korban lengah, pelaku merampas ponsel dan menyerang korban menggunakan celurit hingga mengalami luka di paha.

Warga yang melihat kejadian itu kemudian mengejar pelaku.

Salah satu pelaku berhasil ditangkap dan diamankan polisi, sementara satu pelaku lainnya melarikan diri.

Baca Juga: Premanisme, Polisi Sebut Debt Collector Tarik Kendaraan di Jalan Serupa Aksi Begal

"Pengakuannya dia itu melakukan itu motifnya untuk memberi makan anak dan istrinya," beber Yeni.

Maraknya aksi kriminal jalanan itu mendapat sorotan dari anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth.

Kenneth mendesak Pemerintah Kota Jakarta Barat segera memperkuat sistem keamanan lingkungan, terutama melalui pemasangan CCTV dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik rawan.

"Pemkot Jakbar sudah harus turun langsung memetakan titik rawan, memastikan lampu jalan berfungsi, CCTV aktif, kawasan gelap tidak dibiarkan," tutur Kenneth disitat dari Kompas.com.

Menurut dia, meningkatnya aksi begal dan penjambretan di Jakarta Barat sudah sangat meresahkan masyarakat karena terjadi hampir setiap pekan.

"Jakarta Barat hari ini sedang menghadapi persoalan keamanan yang serius. Hampir setiap pekan masyarakat mendengar kasus jambret, begal. Warga takut beraktivitas, terutama pada malam dan dini hari," ujarnya.

Kenneth menilai pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan imbauan tanpa langkah konkret.

Ia meminta Pemkot Jakarta Barat dan Pemprov DKI Jakarta segera memperkuat pengawasan wilayah sebelum muncul korban yang lebih besar.

"Kalau masyarakat sudah takut pulang malam, takut naik motor sendiri, takut berjalan di lingkungan tempat tinggalnya, berarti ada yang salah dengan sistem pengawasan kita," kata dia.

YANG LAINNYA