Jakarta Barat Zona Merah, Begal dan Maling Motor Bersenjata Celurit Sampai Pistol Merajalela

Irsyaad W - Kamis, 14 Mei 2026 | 09:00 WIB

Penangkapan pelaku begal bersenjata celurit di exit tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, (23/4/26) lalu

GridOto.com - Wilayah Jakarta Barat sudah masuk zona merah karena darurat aksi kriminalitas dalam sebulan terakhir.

Begal dan maling motor bersenjata celurit sampai pistol merajalela.

Sejumlah kasus bahkan diwarnai penggunaan senjata api dan senjata tajam, mulai dari korban dibacok, ditembak, hingga diancam pistol saat pelaku beraksi.

Rentetan kejadian tersebut terjadi di sejumlah wilayah seperti Kebon Jeruk, Grogol, Kembangan, hingga Cengkareng.

Modus para pelaku pun beragam, dari merampas motor di jalan sepi hingga mencuri kendaraan di siang bolong saat korban sedang makan.

Kasus terbaru terjadi di Jalan Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, (10/5/26) siang.

Komplotan pencuri motor beraksi di depan warung makan pinggir jalan sambil menodongkan benda diduga pistol dan melepaskan tembakan.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat tiga pelaku berbagi peran.

Satu pelaku berjaga di atas motor, satu menjadi eksekutor pencurian, sementara pelaku lain menodongkan senjata ke arah korban.

Korban bernama Alif (25) sempat berusaha mempertahankan motor Honda CRF150L miliknya dengan melempar gelas ke arah pelaku dan mengejar mereka.

Baca Juga: Aksi Maling Motor di Kebon Jeruk Jakbar Kelewat Nekat, Siang Bolong Lepas Tembakan ke Warga

IG/@warga.jakbar
Aksi pencurian motor di siang bolong dengan aksi penodongan dan penembakan di sebuah ruko warung makan Jalan Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, (10/5/26)

"Saya keluar, ‘woi mau ngapain ini?’. Dia langsung nodongin pistol ke saya, bilang ‘diam, diam, diam’ katanya," ujar Alif dilansir dari Kompas.com.

Menurut Alif, para pelaku bahkan sempat beberapa kali melepaskan tembakan saat melarikan diri.

Ia mengaku mengalami luka akibat serpihan kaca, meski tidak terkena tembakan langsung.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut bersama Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

"Terkait senjata api, saat ini masih didalami oleh tim Polsek dan Polres," ujar Aqsha.

Kasus lain terjadi beberapa hari sebelumnya, seorang pelajar diduga menjadi korban begal di kawasan Stasiun Grogol, Jakarta Barat, (7/5/26) malam.

Kasus ini viral setelah video korban terkapar bersimbah darah dengan celurit menancap di bagian pinggang beredar di media sosial.

Dalam narasi video disebutkan Honda ADV160 dan ponsel korban dibawa kabur pelaku.

Namun, polisi menyebut kasus tersebut masih didalami karena terdapat perbedaan keterangan saksi.

Kapolsek Grogol Petamburan, Kompol Alexander mengatakan, ada saksi yang menyebut korban dibegal, tetapi ada pula yang menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan tawuran.

Baca Juga: Kasus Curanmor Dibongkar Polres Jakbar, DIdominasi Motor Honda

IG/@info.kebonjeruk
Aksi komplotan begal di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, (4/5/26)

"Belum ada keterangan yang signifikan. Ada yang bilang dibegal, ada juga saksi yang menyebut terkait aksi tawuran," terang Alexander disitat dari Kompas.com.

Polisi hingga kini masih mengumpulkan rekaman CCTV dan menunggu kondisi korban membaik untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Aksi begal lainnya terjadi di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, (4/5/26) dini hari. Peristiwa itu juga terekam CCTV dan viral di media sosial.

Dalam rekaman video, korban terlihat menepi untuk mengecek ponsel sebelum didatangi empat pelaku.

Korban sempat melawan, tetapi ditendang hingga terjatuh ke gorong-gorong.

Setelah berhasil membawa kabur motor korban, salah satu pelaku mengayunkan celurit ke arah punggung korban.

Korban disebut mengalami luka bacok serta kehilangan motor, tas, dompet, dan ponsel.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha mengatakan, pihaknya tetap menyelidiki kasus tersebut meski korban belum membuat laporan polisi.

"Meski belum ada laporan, tetap kami dalami karena kejadian ini meresahkan masyarakat," ujar Aqsha.

Kasus lain terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, (26/4/26) malam.

Baca Juga: Kena Begal Hipnotis di Kebon Jeruk, Pemilik Alva Cervo Berhasil Lacak Motor Listriknya Pakai Taktik Ini

Komplotan pencuri motor diduga melepaskan tembakan saat aksinya dipergoki warga.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Rahmat mengatakan, pelaku gagal membawa kabur motor karena lebih dulu ketahuan warga.

"Jadi mereka belum sampai ke sasaran, kepergok, langsung dikejar sama warga," kata Rahmat.

Polisi masih mendalami jenis senjata yang digunakan pelaku karena belum ditemukan proyektil maupun barang bukti lain.

"Kalau letusan kan bisa jadi letusan senjata mainan, kan enggak tahu. Kecuali kalau kita nemu proyektilnya," ujar dia.

Sebelumnya, seorang pelaku begal bersenjata tajam berhasil ditangkap warga bersama polisi di kawasan pintu keluar Tol Rawa Buaya, Cengkareng, (22/4/26).

Menurut Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni, pelaku menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura menanyakan alamat kepada korban yang sedang berhenti di pinggir jalan.

Saat korban lengah, pelaku merampas ponsel dan menyerang korban menggunakan celurit hingga mengalami luka di paha.

Warga yang melihat kejadian itu kemudian mengejar pelaku.

Salah satu pelaku berhasil ditangkap dan diamankan polisi, sementara satu pelaku lainnya melarikan diri.

Baca Juga: Premanisme, Polisi Sebut Debt Collector Tarik Kendaraan di Jalan Serupa Aksi Begal

"Pengakuannya dia itu melakukan itu motifnya untuk memberi makan anak dan istrinya," beber Yeni.

Maraknya aksi kriminal jalanan itu mendapat sorotan dari anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth.

Kenneth mendesak Pemerintah Kota Jakarta Barat segera memperkuat sistem keamanan lingkungan, terutama melalui pemasangan CCTV dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik rawan.

"Pemkot Jakbar sudah harus turun langsung memetakan titik rawan, memastikan lampu jalan berfungsi, CCTV aktif, kawasan gelap tidak dibiarkan," tutur Kenneth disitat dari Kompas.com.

Menurut dia, meningkatnya aksi begal dan penjambretan di Jakarta Barat sudah sangat meresahkan masyarakat karena terjadi hampir setiap pekan.

"Jakarta Barat hari ini sedang menghadapi persoalan keamanan yang serius. Hampir setiap pekan masyarakat mendengar kasus jambret, begal. Warga takut beraktivitas, terutama pada malam dan dini hari," ujarnya.

Kenneth menilai pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan imbauan tanpa langkah konkret.

Ia meminta Pemkot Jakarta Barat dan Pemprov DKI Jakarta segera memperkuat pengawasan wilayah sebelum muncul korban yang lebih besar.

"Kalau masyarakat sudah takut pulang malam, takut naik motor sendiri, takut berjalan di lingkungan tempat tinggalnya, berarti ada yang salah dengan sistem pengawasan kita," kata dia.

YANG LAINNYA