GridOto.com - Umumnya, tiap 10.000 kilometer sekali atau 6 bulan pemakaian mobil bekas kesayangan kalian harus membersihkan throttle body (TB).
Namun, masih banyak pemilik mobil yang mengacuhkan untuk membersihkan throttle body.
Throttle body yang terlalu kotor dan malas dibersihkan berkala akan ada akibat yang cukup serius.
Ini disampaikan oleh Andy Santoso pemilik Bengkel Mobil 77, yang mengungkapkan bahwa kotoran di TB yang enggak dibersihkan akan menyebabkan masalah di mobil.
"Efek paling ringan adalah tarikan mobil menjadi kurang responsif karena kotoran di throttle body yang mengganggu aliran udara yang masuk ke silinder," buka Andy di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
"Selain itu, throttle body yang enggak pernah dibersihkan juga akan mengganggu kinerja sensor TPS (Throttle Position Sensor) dan sensor lainnya," tambahnya.
Kotoran yang menempel di throttle body dan dibiarkan menumpuk bahkan bisa merusak bagian jeroan mesin.
Kotoran yang menempel bisa terisap ke mesin dan membuat bagian silinder menjadi cepat kotor bahkan menimbulkan kerak karbon.
Sebagaimana kita ketahui, kerak karbon yang semakin menumpuk akan berisiko terhadap kemampuan pembakaran mesin.
Lama-kelamaan bisa membuat mesin menjadi rusak.
"Sebenarnya ada fungsi filter udara yang menyaring kotoran, namun sering kali kotoran di filter udara tidak dibersihkan bahkan tidak diganti baru, efeknya throttle body bisa terlalu kotor dan kotoran yang menumpuk ini bisa masuk ke dalam mesin," tambahnya pria yang sering dipanggil Kode ini.
Karena hal sepele seperti kotoran yang menumpuk di throttle body bisa saja menjadi masalah serius bila terus didiamkan.
Jadi ada baiknya bersihkan throttle body secara berkala untuk menghindari masalah seperti di atas.
Gunakan cairan cleaner khusus untuk membersihkan throttle body.
Baca Juga: Harga Solar Naik, Mobil Bekas Toyota Fortuner 2007 Bensin Dijual Segini Jelang Idul Adha