Baca Juga: Sejarah Baru, VinFast Sehari Jual 3.500 Lebih Mobil di Vietnam, Sukses Ini Dibawa Ke Indonesia
Menurut Kementerian Keuangan Vietnam, mempertahankan kebijakan pajak rendah sangat penting pada tahap perkembangan pasar EV saat ini.
"Pertama, hal ini akan membantu mempercepat peralihan ke kendaraan bertenaga energi bersih, mengurangi emisi dari kegiatan transportasi, dan meningkatkan kualitas udara, terutama di kota-kota besar, sekaligus membantu mengurangi polusi suara akibat lalu lintas," terang kementerian tersebut.
Kementerian juga menyoroti masalah harga sebagai hambatan utama, karena harga beli kendaraan listrik masih lebih mahal dibandingkan kendaraan biasa.
"Kedua, kebijakan ini akan memudahkan masyarakat dan pelaku usaha untuk memiliki kendaraan rendah emisi, di saat pasar kendaraan listrik dalam negeri masih dalam tahap awal perkembangan dan biaya investasi awal untuk kendaraan listrik umumnya masih lebih tinggi daripada kendaraan berbahan bakar fosil," tambah kementerian keuangan Vietnam.
Selain masalah emisi, kebijakan ini dirancang untuk memperkuat manufaktur dan rantai pasok dalam negeri.
Vietnam menjadikan insentif kendaraan listrik sebagai pendorong perkembangan industri untuk menarik investasi di bidang perakitan, komponen, dan teknologi pendukung.
"Kebijakan ini akan mendukung arah investasi dalam pembuatan dan perakitan kendaraan listrik di dalam negeri, mendorong perkembangan industri pendukung, serta secara bertahap membentuk ekosistem teknis yang sejalan dengan transisi teknologi di sektor otomotif," papar kementerian keuangan lagi.
Usulan tersebut mencakup tarif pajak yang berbeda-beda berdasarkan ukuran kendaraan.