GridOto.com - Kejadian taksi listrik yang mogok dan susah didorong di rel kereta Bekasi sedang ramai jadi omongan.
Ini setelah kejadian tersebut jadi pemicu musibah kereta yang menelan banyak korban jiwa.
Selain itu, peristiwa ini juga jadi pengingat kalau penanganan mobil listrik dan konvensional jelas berbeda.
Selain memahami penyebab mogok, pengemudi juga harus paham prosedur evakuasi yang tepat agar kendaraan tetap aman dan tidak menimbulkan risiko tambahan di jalan.
Pendiri EV Safe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar, menjelaskan langkah pertama saat mobil listrik mati adalah memastikan kondisi kelistrikan dasar, khususnya aki 12 volt.
Menurutnya, meski mobil listrik menggunakan baterai utama bertegangan tinggi, banyak sistem penting, termasuk electronic shifter, tetap bergantung pada aki 12V.
“Kalau aki 12V lemah atau habis, sistem tidak bisa aktif. Akibatnya mobil tidak bisa dipindahkan ke posisi netral,” ujar Mahaendra kepada Kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Berbeda dengan mobil bermesin bensin, kendaraan listrik tidak selalu bisa didorong saat mogok.
Hal ini karena sistem pengereman dapat tetap aktif ketika kendaraan kehilangan daya.