Sosok Bos Taksi Hijau Disorot Imbas Musibah Kereta di Bekasi, Kekayaan Tembus Rp 600 T

Ferdian - Rabu, 29 April 2026 | 15:30 WIB

Taksi Xanh SM

GridOto.com - Sosok pemilik Green SM atau sering disebut taksi hijau jadi sorotan usai tragedi KRL Commuter Line dan Argo Bromo Anggrek.

Taksi ini diduga menjadi penyebab awal kecelakaan yang terjadi di perlintasan Bulak Kapał, Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026).

Pasca kejadian, Green SM Indonesia akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan armadanya dalam insiden tabrakan beruntun di perlintasan Bulak Kapal, Bekasi Timur.

Dalam keterangan yang dipublikasikan, Green SM menegaskan pihaknya menaruh perhatian penuh terhadap kejadian di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu unit kendaraan taksi listrik dan kereta yang melintas.

“Pada saat kejadian, tidak terdapat penumpang di dalam kendaraan, dan mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan,” bunyi pernyataan resmi perusahaan, Selasa (28/4/2026).

Selain ngomongin operasional, Green SM diketahui adalah bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan yang didirikan oleh pengusaha asal Vietnam, Pham Nhật Vượng.

Melansir Tribunnews, Pham Nhật Vượng adalah seorang pengusaha sukses asal Vietnam yang dikenal sebagai pendiri dan pemilik Vingroup, salah satu konglomerat terbesar di Vietnam.

Baca Juga: Laka KA Argo Bromo Vs KRL di Bekasi Renggut 14 Nyawa, Petinggi Taksi Listrik Green SM Dipanggil Kemenhub

Ia lahir di Hanoi Vietnam pada  5 Agustus 1968.

Pham Nhật Vượng diketahui berkuliah di Universitas Teknologi Kyiv, Ukraina, di mana ia memperoleh gelar di bidang teknik geologi.

Vượng pertama kali meraih kesuksesan besar di Ukraina pada awal 1990-an dengan bisnis makanan cepat saji yang bernama "Mivina," yang akhirnya dijual ke perusahaan besar asal Ukraina, membuka jalan baginya untuk kembali ke Vietnam dan memulai usaha baru.

Pada awal April 2026, Forbes Real Time Billionaires mencatat kekayaan Vuong mencapai 24,5 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 423,1 triliun (asumsi kurs Rp 17.270 per dollar AS), membuatnya menyalip Prajogo Pangestu sebagai orang terkaya di Asia Tenggara. 

Kekayaan tersebut berasal dari kesuksesannya membangun Vingroup, termasuk melalui ekspansi VinFast ke pasar global.

Pham Nhật Vượng sering dianggap sebagai orang terkaya di Vietnam dan sering masuk dalam daftar orang terkaya di Asia.

Pada tahun 1993, Pham Nhật Vượng kembali ke Vietnam dan mendirikan Vingroup, yang awalnya terlibat dalam sektor real estate, tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang termasuk otomotif, teknologi, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.

Baca Juga: Tragedi Maut KA Argo Bromo Vs KRL di Bekasi, Berawal Taksi Listrik Vinfast VF e34 Green SM Mogok di Tengah Rel

Vingroup terkenal dengan produk otomotifnya, VinFast, yang bertujuan untuk menjadi produsen mobil dan kendaraan listrik global.

VinFast diluncurkan pada tahun 2017 dan telah berkembang pesat.

Selain itu, Vingroup memiliki berbagai anak perusahaan yang beroperasi dalam sektor ritel, seperti VinMart, pusat perbelanjaan, serta pengembangan properti seperti VinHomes, dan layanan kesehatan dengan Vinmec.

Pada 2021, kekayaannya diperkirakan mencapai miliaran dolar AS, sebagian besar berasal dari kesuksesannya dengan Vingroup dan VinFast.

Sekadar info, layanan taksi listrik Xanh SM mulai menarik perhatian publik, termasuk di Indonesia.

Perusahaan ini merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), yang didirikan oleh pengusaha ternama Vietnam, Pham Nhật Vượng.

Sebagai anak usaha dari VinFast, seluruh operasional Xanh SM menggunakan armada kendaraan listrik, salah satunya model VinFast VF e34.

Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari ambisi besar Vingroup dalam mengembangkan transportasi ramah lingkungan berbasis listrik.

YANG LAINNYA