Ban Mobil Kempis Massal di Monas Viral, Pengunjung Merasa Dijebak Jukir Liar

Ferdian - Selasa, 24 Maret 2026 | 11:50 WIB

Ban mobil kempes massal di Monas viral, begini penjelasan Dishub

GridOto.com - Libur Lebaran 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas) tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk bagi puluhan pemilik kendaraan.

Ini setelah deretan mobil yang terparkir di bahu jalan di sekitar ikon ibu kota tersebut dalam kondisi ban kempis total.

Pemandangan ini memicu kepanikan dan kekecewaan mendalam bagi para pengunjung yang akan pulang setelah seharian menikmati liburan.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat pemilik kendaraan yang kebingungan melihat mobil mereka tak berkutik.

Beberapa di antaranya bahkan melaporkan pentil ban mereka hilang, memperparah kesulitan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Jeritan hati para pengunjung, terutama mereka yang datang dari luar kota menjadi viral.

"Halo info Dishub Jakarta, kenapa ban-ban di area Monumen Nasional dikempesin semua? Mau pulang susah, mohon informasi lebih lanjut," keluh perekam video yang menyuarakan kekecewaan massa.

Baca Juga: Biarkan Ban Mobil Kempis Jadi Bikin Cepat Rusak? Ini Kata Bengkel

Banyak pengunjung mengaku terjebak oleh arahan juru parkir tidak resmi yang meyakinkan mereka bahwa lokasi tersebut aman untuk parkir.

Di tengah lautan manusia di H+2 Lebaran, arus penumpang menuju wilayah penyangga seperti Bogor dan Depok, serta kemacetan yang kian mencekam mencekik ibu kota, para pengunjung ini merasa menjadi korban ganda.

Menukil WartaKota, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa langkah pengempesan ban adalah bagian dari penertiban parkir liar yang sah.

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kendaraan parkir sembarangan di badan jalan yang berpotensi melumpuhkan arus lalu lintas yang sudah sangat padat pasca-Lebaran.

"Kami sudah melakukan sosialisasi dan mengimbau warga untuk tidak parkir di badan jalan," tegas Syafrin..

Ia menambahkan, petugas di lapangan secara aktif mengarahkan pengunjung untuk memanfaatkan kantong parkir resmi yang telah disediakan, seperti area IRTI Monas, kawasan sekitar Stasiun Gambir, dan Lapangan Banteng.

Kegagalan penegakan hukum secara premanisme oleh juru parkir liar kian memperparah ketidakpastian global di kawasan wisata tersebut, meninggalkan para pengunjung di ujung tanduk krisis mobilitas permanen.

Kini, dunia menunggu apakah langkah bumi hangus Dishub DKI ini mampu melunahkan ambisi para pelanggar, atau sekadar ketenangan sesaat sebelum badai krisis parkir yang lebih besar benar-benar terjadi jika diplomasi tertib lalu lintas tidak segera diterapkan.

YANG LAINNYA