GridOto.com - Viral video debt collector di kota Bandung, Jawa Barat tengah cari mangsa di jalan.
Gerombolan tiga orang itu menyasar mobil berpelat luar kota yang dikemudikan pasangan suami-istri.
Mereka memepet dan mencoba merampas mobil pasutri yang berpelat nomor 'T' dengan dalih memiliki tunggakan kredit.
Peristiwa bermula saat korban yang tengah melintas tiba-tiba dihentikan dan dipaksa keluar dari mobil oleh tiga pria.
Merasa terancam dan ketakutan, korban segera menghubungi keluarga serta melapor ke polisi.
Meski para pelaku sempat membubarkan diri saat petugas Polsek Cicendo tiba, tim gabungan Satreskrim Polrestabes Bandung dan Resmob Polda Jabar berhasil melakukan pelacakan dan menangkap para debt collector tersebut.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menjelaskan insiden itu terjadi di wilayah kecamatan Cicendo, kota Bandung, (25/2/26) sore.
Baca Juga: Aksi Koboi Debt Collector Makin Ngawur, Polisi Siap Revisi Aturan Penarikan Kendaraan
Korban dipepet oleh dua motor dan dipaksa berhenti dengan alasan mobilnya menunggak cicilan kredit.
"Korban menggunakan mobil pelat T dan diindikasikan oleh para debt collector memiliki tunggakan. Namun, kami tegaskan bahwa persoalan cicilan adalah ranah perdata, tidak membenarkan adanya perampasan di jalan," ujar Anton di Mapolrestabes Bandung, (3/3/26) menukil Kompas.com.
Tiga orang tersangka akhirnya diringkus dan kini dijerat Pasal 48 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara.
"Kami tindak tegas bagi para debt collector yang merampas atau mengambil kendaraan secara paksa dengan cara mengintimidasi," tegas Anton.
Kepolisian mengingatkan penarikan unit kendaraan tidak boleh dilakukan dengan unsur ancaman atau kekerasan.
Jika terjadi sengketa antara kreditur dan debitur, semestinya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku atau melalui pembicaraan baik-baik tanpa intimidasi.
Anton pun mengimbau masyarakat Bandung agar tidak ragu melapor jika mengalami kejadian serupa.
"Jika dihentikan secara paksa atau diancam, segera hubungi 110. Kami akan sesegera mungkin merapat ke TKP untuk memberikan bantuan kepada masyarakat," pungkasnya.