Roby merinci, ada dua pelat berkode B asal Jakarta, satu pelat berkode Z asal Garut, dan satu kode D asal Bandung.
Satu pelat asli yang disebut memiliki kode B.
Baca Juga: Toyota Calya Bikin Geger Warga Pejaten, Kabin Mencekam Keluarkan Bau Busuk
"Iya, cuma satu yang pelat B yang asli," kata Roby.
Toyota Calya tersebut diduga dibeli dengan KTP Jakarta dan dibawa ke luar Jakarta dengan pelat-pelat berbeda.
Saat kejadian pun, Calya tersebut menggunakan pelat pelat nomor berkode D yang tidak sesuai dengan identitas mobil yang terdaftar.
"Sehingga namanya itu pemalsuan surat, atau pemalsuan identitas kendaraannya,” jelas Roby.
Dugaan pemalsuan juga dilakukan pada KTP Hafiz. Di mana, KTP yang ia bawa berinisial HF berdomisili di Sidoarjo.
Roby menyebutkan, pihaknya juga sudah membandingkan foto pada KTP dengan wajah Hafiz menggunakan teknologi face recognizer dan dipastikan berbeda.
KTP itu bukan milik sosok 'kakak' yang disebut Hafiz sebagai pemilik sajam dan pelat palsu.
Sebelumnya diberitakan, Toyota Calya warna hitam melawan arah dan dikejar massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat viral, (25/2/26) lalu.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @lintasjakartaupdate, Calya tersebut terlihat melaju kencang dalam kondisi melawan arah di jalan yang padat kendaraan.
Calya itu sempat menyerempet sejumlah mobil dan motor sebelum akhirnya berhenti setelah dikejar warga dan petugas kepolisian.
Pengemudi Calya, Hafiz mengaku terpaksa melawan arah karena takut ditilang polisi akibat tak membawa SIM dan STNK.