Baca Juga: Tragedi Toyota Calya Kesetanan di Gunung Sahari, Dikejar Polisi Lawan Arah Hingga Diamuk Massa
"Kalau dia (pengemudi) bilangnya enggak tahu ada senjata tajam dan pelat palsu," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra dikonfirmasi, (1/3/26) mengutip Kompas.com.
Setelah diinterogasi lebih jauh, Hafiz mengaku sajam dan pelat palsu itu milik kakaknya yang diduga berada di luar Jakarta.
"Dia ngakunya punya kakaknya. Tapi masih kami telusuri, karena kakaknya belum kami temui. Kan dia yang membawa, dia bisa ngomong apa saja," tutur Roby.
Untuk memverifikasi pengakuan Hafiz, saat ini polisi tengah mencari keberadaan kakak Hafiz untuk diminta keterangan.
Pengakuan Hafiz ini masih dicurigai Polisi lantaran aksinya yang kabur ketakutan saat melawan arah dalam perjalanannya menuju Ancol dan melihat polisi hari itu.
Ditambah lagi, Ia diduga memalsukan KTP berdomisili Sidoarjo dan tidak membawa surat-surat mengemudi seperti SIM dan STNK.
"Katanya mau ke Ancol, mau liburan, terus takut sama polisi. Kami juga masih mencurigai kenapa dia seperti itu," tutur Roby.
Tiga dari empat pelat nomor yang ditemukan dalam mobil yang dikemudikan Hafiz adalah palsu.