Jadi Salah Satu Klausul Dagang Otomotif Dengan Amerika, Apa Itu FMVSS?

Rayhansyah Haikal Wishnumurti - Rabu, 25 Februari 2026 | 20:45 WIB

Ford F-150 Raptor berbenah, kini semakin agresif di off-road.

GridOto.com - Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani perjanjian dagang baru pada Kamis (19/2).

Perjanjian dagang baru ini membuka pintu Indonesia dan Amerika Serikat pada kerjasama perdagangan bilateral yang lebih leluasa.

Salah satu keuntungannya adalah Indonesia dikenakan tarif perdagangan yang lebih rendah yaitu tepatnya 19%.

Sayangnya perjanjian itu diteken sebelum Mahkamah Agung memblokir tarif impor yang didesain oleh Presiden Trump dan menetapkan tarif global 10%.

Dengan perjanjian ini, produk-produk dari Amerika Serikat akan segera membanjiri Tanah Air, salah satunya dari sektor otomotif.

Isal/GridOto.com
Jeep perdana tampil di GJAW 2025

Baca Juga: Trump Gas Tarif 10% Global, Harga Mobil dan Suku Cadang Bisa Ikut Naik

Menyadur dari fact sheet terkait dengan perjanjian dagang ini, produk ekspor otomotif Amerika jadi salah satu item yang tidak lagi dikenakan batasan tarif. 

Selain itu, Indonesia juga diharapkan untuk menerima standar keselamatan dan emisi Amerika Serikat sebagai bagian dari klausul eksemsi hambatan non-tarif.

Hadirnya standar keselamatan dan emisi ala Amerika ini bisa jadi kabar baik, mengingat Amerika Serikat punya standar yang cukup tinggi.

Buat yang belum tahu, mobil-mobil yang dijual di Amerika diatur oleh Federal Motor Vehicle Safety Standards atau FMVSS.

FMVSS sendiri tertulis pada Code of Federal Regulations (CFR) Titel 49 Bagian 571 Subbagian B.

CNET
Salah satu keunikan mobil standar FMVSS adalah keleluasaan untuk memiliki lampu sein warna merah di belakang.

Baca Juga: Jengkel, Pemilik Dodge Magnum Ini Tak Pernah Melanggar Tapi Dapat 15 Surat Tilang

Isinya memuat standar-standar kendaraan bermotor yang cukup komprehensif, mulai dari sisi mekanikal, keselamatan, sampai hal-hal lain. 

Memang dari semua artikel FMVSS, ada beberapa regulasi yang unik pada pasar Amerika Serikat.

Seperti regulasi lampu sein yang tertera pada kolom S7.1, bahwa lampu sein belakang mobil Amerika bisa memiliki warna kuning atau merah.

Hal ini berlaku juga untuk side marker belakang, yang mana lampu tersebut mesti merah mirip seperti lampu belakang.

Sementara untuk lampu sein depan, FMVSS mewajibkan mobil untuk memiliki lampu sein berwarna kuning.

Bisa jadi dengan adanya mobil-mobil standar FMVSS, Indonesia akan melihat lebih banyak mobil-mobil baru dengan sein merah.

YANG LAINNYA