GridOto.com - Tukang parkir di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat bikin emosi.
Patok tarif parkir seenak jidat, motor ditarik Rp 60.000 dan mobil Rp 100.000.
Namun aksinya tak berlangsung lama, Polisi langsung bergerak mengamankan delapan orang terduga tukang parkir tersebut.
Video penangkapan mereka viral di media sosial, (16/2/26).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @gema.jakarta, terlihat para pria itu memasang tarif parkir mobil Rp 100.000 dan motor Rp 60.000.
Beberapa sempat mencoba meloloskan diri, tetapi akhirnya berhasil diamankan.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut.
"Bukan ditangkap ya. Dibawa ke Polsek untuk diambil keterangan. Ada orang yang viral dan ada tujuh orang lain yang terindikasi melakukan tindakan yang sama," ujar Dhimas, (16/2/26) mengutip Kompas.com.
Ia menambahkan, tindakan ini dilakukan agar isu viral tidak meluas dan untuk menciptakan situasi kondusif.
"Polsek telah mengambil tindakan terhadap berita viral agar tidak semakin berkembang dan guna menciptakan situasi yang kondusif, dengan membawa tukang parkir yang terindikasi melakukan pungli untuk diambil keterangan," jelasnya.
Hingga Senin malam, tujuh orang yang diamankan masih dimintai keterangan.
Dhimas menuturkan pihaknya akan menilai apakah tindakan mereka cukup diberi pembinaan atau harus ditindak hukum lebih lanjut.
Dhimas juga membenarkan soal tarif yang dipatok para juru parkir liar.
"Didalami apakah yang dilakukan oleh mereka memenuhi unsur untuk dilakukan penegakan hukum lebih lanjut atau cukup diberikan pembinaan," ujarnya.
Terkait tarif parkir selangit di Tanah Abang tersebut mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno.
Rano Karno memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menindaklanjuti kasus viral di media sosial terkait juru parkir (jukir) di Tanah Abang yang melakukan pungutan liar (pungli) hingga meresahkan.
Tidak hanya melibatkan jajaran Satpol PP, penindakan jukir tersebut juga melibatkan unsur TNI dan Kepolisian.
"Satpol PP, polisi dan teman-teman dari TNI sudah turun. Kemudian kita juga ada Satpol PP khusus pariwisata, sudah turun," jelas Rano Karno dari keterangan resminya, (18/2/26) disitat dari Kompas.com.
Rano menilai, kondisi demikian sudah menjadi kebiasaan oknum yang berupaya mencari keuntungan menjelang momentum tertentu.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bersama kepolisian dan TNI telah menindaklanjuti kasus ini dengan mengamankan pelaku dan melakukan pembinaan.
Baca Juga: Karir Preman Tanah Abang Palak Sopir Truk Boks Rp 100.000 Modus Kawal Tamat, Gak Kerja Dulu 9 Tahun
Ia menegaskan, jajarannya tidak bermaksud memberikan toleransi bagi pelanggar aturan, termasuk pelaku juru parkir liar di Tanah Abang.
Apalagi yang bersangkutan melakukan pungli dengan nominal cukup besar dan kasusnya meresahkan masyarakat hingga viral di media sosial.
Karena itu, Rano mengaku telah meminta jajarannya meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak berulang.
Berbagai upaya yang telah dilakukan diharapkan dapat memastikan situasi di kawasan Tanah Abang lebih aman, tertib dan nyaman.
"Artinya jukir-jukir itu sudah dibenahi. Ya mudah-mudahan nanti, saya yakin dalam dua tiga hari akan jauh lebih tertib," ucap dia.