GridOto.com - Opsen pajak kendaraan bikin gaduh warga Jawa Tengah.
Terbukti dari munculnya gerakan 'Stop Bayar Pajak' akibat warga merasa ada kenaikan tarif pajak kendaraan cukup signifikan.
Contohnya Avinda Nur Solikhin (46), warga Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, merasakan langsung kenaikan pajak kendaraan yang ia miliki.
Pria yang akrab disapa Pak Avin itu sehari-hari bekerja di sektor angkutan barang menggunakan truk Colt Diesel enam ban.
"Menurut saya, dengan situasi ekonomi yang saat ini belum stabil, itu sangat memberatkan. Apalagi saya di bidang angkutan barang. Muatan sekarang lagi sepi," kata Avin, dikutip dari Tribunjateng, (13/2/26).
Avin menyebut pajak truknya yang sebelumnya sekitar Rp 1,3 juta kini naik menjadi Rp 1,9 juta.
"Naiknya hampir 30 persen versi saya itu, di opsennya," ucapnya.
Baca Juga: Gerakan Stop Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Serius, Gubernur Ahmad Luthfi Didesak Lakukan Ini
Kasus lain datang dari Kota Semarang. Supaiman (60), warga Kecamatan Candisari, Semarang, mengaku harus pulang ke rumah karena uang yang dibawanya tidak cukup untuk membayar pajak Honda BR-V miliknya di Samsat Hanoman.
"Terus terang kaget, saya tidak tahu ada kenaikan. Uangnya kurang, jadi sempat pulang dulu ambil tambahan," katanya saat ditemui di Samsat Hanoman Semarang, (13/2/26).
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR