Gelombang Krisis Masih Hantam KTM, Penjualan dan Karyawan Terdampak

Ferdian - Jumat, 6 Februari 2026 | 15:30 WIB

Ilustrasi pabrik KTM

GridOto.com - Masalah keuangan KTM diketahui masih berlanjut.

Ini setelah perusahaan induknya, Bajaj Mobility (sebelumnya bernama Pierer Mobility), melaporkan pendapatan sementara tahun 2025 anjlok 46%.

Penurunan tajam ini terjadi usai KTM sempat menghentikan produksi selama beberapa waktu akibat tekanan finansial yang berkepanjangan.

Sepanjang 2025, Bajaj Mobility mencatat pendapatan sekitar €1,009 miliar atau sekitar Rp19,98 triliun, turun drastis dari €1,879 miliar Rp 37,20 triliun pada 2024.

Meski begitu, ada sisi positifnya.

Utang bersih perusahaan justru berhasil dipangkas lebih dari setengahnya.

Per 31 Desember, total utang Bajaj tercatat €798 juta atau Rp15,8 triliun, sementara arus kas operasional mulai berbalik positif pada paruh kedua 2025.

Baca Juga: KTM Lakukan PHK Besar-besaran, Bajaj Siapkan Strategi Ini

Artinya, secara operasional kondisi keuangan perusahaan mulai membaik.

Bajaj mengakui penjualan di awal tahun memang terpukul karena produksi sempat berhenti.

YANG LAINNYA